gundah si gelana.


Ternyata dia lebih besar dari yang aku kira. sebenarnya kepada siapa aku telah berbohong? hati ataukah pikiran? mungkin aku hanya sedang berteman dengan sosok bernama gundah…
sesungguhnya aku bukannya ingin memusuhi.. hanya saja aku tidak nyaman dengan keadaan ini. dia membuat hatiku berpikir dengan bodohnya dan anganku merasa dengan pintarnya. tidak seimbang lagi. itu saja.tidak lebih tidak kurang.
hahaha… terkadang kejujuran memang bukan berarti kebaikkan. pahitnya kejujuran hanya akan dirasakan orang yang berani membuka kedok sang badut.  Aku menangis untuk tersenyum. dan tersenyum untuk menangis. demikianlah rasa membimbingku dengan cinta. aku telah belajar merasuki hidup dengan menuntut. bukan untuk menjadi puas namun untuk mengetahui bahwa aku tidak sempurna. menjadi jiwa yang ningrat di hati dan budi akan mengakhiri persahabatan ku dengan gundah si gelana. bukan begitu? jangan dijawab cukup dipahami.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s