Menuju puncak… (soundtrack of AFI)


Well… hello.. hahaha… koq judulnya jadi itu. Gpp lha yah… sekali-sekali norak. Kali ini mungkin mo nulis rada berat dikit istilah kerennya sih katanya refleksi. Ini Refleksi bukan yah? Hmmm… ga tau juga. Ini benernya cuma sekedar seliweran pikiran-pikiran yang tergesa-gesa muncul waktu di gunung kemarin. Dan … ceritanya gw pengen belajar nulis dan berbagi aja sih makanya sempet-sempetin waktu setelah pulang kerja untuk nulis ini. Hehehe… selain itu untuk mengurai benang kusut di kepala juga.

Ok! TArik napas… hembuskan. Mari kita mulai!

Hmm… hari Sabtu kemarin akhirnya gw jadi juga naik, jalan2 ke kaki Gunung Putri. Yey! Akhirnya setelah berjuta-juta tahun menunggu.. kemarin ini kesampaian juga liat gunung. Seneng bgt gw.. belom pergi aja… malam2 masih online Cuma untuk cerita ke semua orang yang online kalo gw mo naik bsk(dan pamer juga diblog). Dan akhirnya byk yg nyela dan marah2 juga gara2 gw ga ada persiapan. Cuma modal semangat dan niat serta duit (yg btw juga lagi kena penyakit kanker-an). Hahahaha… tapi kalo gw bisa nulis ini sekarang berarti modalnya terbukti cukup dong…(^^)

Ada banyak hal yang kepikiran waktu malam minggu kemarin gw tidur dibawah langit berbintang dengan dingin yang menusuk nikmat dari ujung kepala sampai telapak kaki. Temen pergi gw ke gunung (fitri & joseph) juga sama2 merindukan suasana se… hahahha… apa yah bahasanya.. setenang? Sedamai? Sequsyuk? Sealam.. itu… (yah itulah kurang lebih gw ga nemu yang tepat, semoga kalian mengerti). Jadi lah kami berbincang2 di malam teduh itu. Dingin, nusuk tapi wow… berasa hidup … you know… that kinda of feeling…Ketika lo merasakan angin menyapa riang dan menghidupkan setiap pori-pori kulit. Ketika setiap syaraf memberikan signal untuk menyambutnya dengan getaran yang sungguh, ketika setiap tarikkan hembus napas berjalan seiring dengan alam sekitar. Ketika keegoisan daun berbagi oksigen menjadi gelitik yang membuat kita tahu bahwa kita berasal dari sari yang sama dengan mereka. Ketika bintang mengerling hampir setiap detik menuntut perhatian. Ketika bulan menatap menggoda dgn bola mata peraknya. Ketika telinga dibuai celoteh kecil serangga tentang tuannya. Lagu-lagu gembira berkumandang bebas tanpa aba-aba namun selaras seirama. Ketika semua indra menyampaikan semua informasi itu sepersekian milisecond kepada otak, dan kemudian kesadaran itu mengalir hangat didalam hati… siapa yang tidak akan tersenyum merasakan kehadiran-Nya yang sedekat itu? Siapa yang tidak kenyang bahagia ketika manja diberi makan sebanyak itu? Siapa yang tidak terpana dengan pesona sedasyat itu? Hahaha…ko jadi sok puitis…yah? Tapi bener deh… siapa pun yang gak jatuh cinta pada gunung saat itu juga maka dia cacat hati. Hahaha… ngejudge bgt yah!?! Tapi gunung buat gw memang akan selalu menjadi surat cinta yang akan dengan senang hati gw baca, setiap gores-Nya mengalirkan tanda bahwa Ia yang besar sedemikian dekatnya, sedemikian cintanya.. sedemikian … agh… apa bahasanya untuk perasaan macam ini? Hahahaha.. yah itu lah Dia sedemikian besar-Nya.(bahkan sekarang aja kalo inget pasti senyum2 sendiri)

Ada apa dengan menuju Puncak? Fitri… dimalam seindah itu mengusik kami (joseph dan gw) atAu lebih tepatnya mengungkapkan dengan baik masalah kami dengan sekali tembak(gw sih actually). Pernah gak merasa kehilangan arah dalam hidup…? Yah dibahas gt deh (well… dibahas mungkin bukan kata yg tepat secar fitri itu kan emang suka gt ngelempar bom dah gt lari(^^)v) sampai pelupuk mejem dan bangun masih dengan tanda Tanya besar. Hahahaha… gantung aja gt jawabannya. Mknya dengan nulis refleksi ini gw harap bisa sedikit cerah.

Arah adalah tanda yang memungkinkan kita mencapai tujuan. Kehilangan arah berarti tersesat dengan kata lain tidak mampu menemukan tujuan. Tanpa tujuan setiap langkah hidup akan terasa sia dan tidak bermakna. Itulah keadaan yang saat ini sedang gw rasakan dengan nikmatnya. Tujuan apa yang mau gw capai? Puncak mana lagi yang ingin dicapai? Sudah lulus kuliah… dapet gelar sarjana… lalu selanjutnya apa? Turun gunung dan nyari puncak lain untuk didaki. Hahahaha… masalahnya adalah gw gak tau “puncak” gw sekarang itu apa? Well… gw punya banyak hal yang ingin dilakukan … banyak bgt… sampai kadang2… gw bicara sm diri sendiri… sabar moniq masih banyak waktu.

Waktu kemarin ini pulang dari gunung Putri gw ada chatting sama Kevin… soal gunung. Dan wkt itu gw cerita soal pengalaman joseph naik Semeru… soal “pemandangan indah puncak semeru” dan Kevin pun menceritakan ‘indahnya puncak kerinci”… dan dia bilang ke gw bahwa tiap gunung punya eksotika dan pemandangan sendiri2. Tapi semua itu gak murah dan gampang, dibayarnya pake cape dan keringat untuk naik. Dan itu semua yang membuat kita ketika sampai di atas berkata WUAHHHH…. dengan puasnya. (^^).

Well… jadi mikir… kenapa yah Tuhan selalu menyembunyikan karya terbaik-Nya? Contohnya: gunung, dasar laut, hati manusia…(^^) … iya gak sih? Dan semua itu gak bisa dilihat dengan mudah, sekali petik jari … muncul (emang jin). Kalo sok taunya gw sih berkata karena di tempat-tempat seperti itu lah inner beauty-Nya terlihat, terasa, dekat bgt…. Dan hanya orang2 terpilih yang bisa melihat-Nya. Melihat berbeda dengan merasakan. Kalau bisa dua-duanya maka beruntung bgt deh tuh orang. Dan gw berharap bgt gw bisa jadi salah satu orang itu. Orang yang diijinkan-Nya mengenal inner beauty-Nya sedekat itu. (Ya…ampun Tuhan… dengarkan doa anak-Mu ini… Amin.) hehehe… jadi cuco soal keinginan naik gunung (lagi!!!).

Eniwei… apa hubungannya lagi sm tujuan hidup gw? Hmm… jujur aja masih belom tahu. Tapi gw yakin… seyakin2nya… suatu hari nanti… Dia akan memberitahu gw, puncak mana yang bisa membawa gw semakin dekat dengan Dia. Dan sampai saat itu tiba yang perlu gw lakukan adalah mempersiapkan diri untuk perjalanan melelahkan itu.
Gw sudah melihat… semoga bisa merasakan dan kemudian… melakukannya dengan baik.. AMDG.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s