Tentang ada padanya yang apa adanya


enAku akan bercerita hanya kepadamu saja, hening. Dengarkanlah kisahku ini. Akhirnya aku menemukan apa yang telah selama ini dirindukan jiwaku. Dalam dirinya aku melihat segala yang indah dan dengan mudah aku jatuh mencintainya. Bukan, hening, dia bukan belahan jiwaku sebagaiman perkiraanmu. Bagaimana aku tahu? Aku tahu  karena demikian besar aku merasa demikian besar pula nalarku berbicara dan berteriak menyangkalnya. Dia adalah segala yang kucari dalam kehilangan. Segala yang kutemukan dalam dirimu…. Ada padanya apa adanya. Namun satu hal,  hanya cinta yang ditakdirkan untuk mati yang dapat menyentuh hatinya. Demikianlah yang terjadi… aku mencinta sementara cintaku sendiri perlahan meregang nyawa demi hatinya. Aku tidak mampu menanggung semua itu.  Tidak kali ini. Karena apa gunanya hati yang kudapatkan bila cinta itu sendiri mati di hadapanku. Maka hanya kepadamu saja, hening sahabatku, aku dapat menceritakan semua ini, kisahku… tentang cinta yang hidup untuk tinggal diam. Hei… aku tidk sedang menceritakan kisah sedih… mengapa engkau menangis hening? Lihatlah aku tersenyum… (^^). Mengapa? Karena aku memiliki apa yang paling berharga darinya yang tidak dapat direbut siapapun bahkan dirinya… inilah cintaku… Tidak, hening…  aku tahu kamu mengerti apa yang kubicarakan. Lihatlah hatiku… dia bahagia ada cinta yang tinggal diam. Ya… tersenyumlah bersamaku, hening. Karena aku memiliki cinta di hatiku. kehadirannyalah yang menjadikan semua itu indah adanya. Dan itu cukup bagiku. (^^).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s