LapPer JaRiLo Part 5B (Pesona gunung Gandul plus curhat2 colongan lainnya…)


Tiba di rumah Aji… klo gak salah sekitar jam 10an. Setelah taro barang dan kenal2an sama teman dan saudara aji…(atau saudara semua yah ji?), kita langsung berangkat ke gunung gandul dengan diantar oleh fredy dan sronggotz. Aji sendiri naik motor sama Angkit. Kami diantar fredy sampai di rumah singgah paroki mudikanya Aji. Di sana ramai bgt. Mereka habis beres2 jalan salib…(acing kayanya agak2 sedih gt…pas liat mereka selesai beres. Kayanya makin menyesali karena kami tidak sempat ikutan). sewaktu kami tiba… hujan tiba2 saja mengguyur tempat itu. Agak deras juga… tapi untung hanya sebentar… sisanya rintik2. well… itu tidak menjadi halangan bagi kami untuk tetap menuju puncak gunung gandul.

Setelah berpamitan dengan Freddy dan sronggotz yang akan kembali ke jogja… kami pun mulai berjalan menuju atas… udaranya sejuk (krn habis hujan kan…) (^^)! Hehehe… senangnya jalan2 di gunung… hmm… sepanjang jalan menanjak ke atas…ada monyez-anyet lho. Gw agak2 kaget juga karena mereka berkeliaran dengan bebas di daerah situ. Jujur aja baru kali itu gw nemu primata asli yang bermungkim di gunung. Selama ini kan Cuma ketemu serangga, burung, du/sl. (=dan unggas/serangga lainnya). Waktu lagi jalan… ada jejak merah2 di aspal… dan gw curiga itu adalah bekas drama visualisasi jalan salib tadi pagi. Fuh… kata Aji… Yesusnya beneran bawa salib sepanjang jalan menanjak ke puncak itu… WEW! Antara takjub dan aga2 lega juga kalo tadi kesiangan…=p. soalnya… hmmm… gw kalo lagi jalan salib akan selalu teringat akan seseorang yang dulu pertama kali menyadarkan gw akan kisah sengsara yesus…

(><)! Gw share dikit yah… =p. Dulu waktu jaman gw esempe kelas dua, ada seorang guru agama yang wuah… itu guru impian semua murid deh. Dia gaul bgt sm anak2 muridnya, mau main volly bareng, dan gak sok tua/ menggurui, dengan statusnya sebagai guru,dia bisa baur sm murid2nya, lebih sebagai teman/sahabat. Namanya ibu Joyce. Dia favorit semua murid di esempe gw dulu, dan gw salah satu yang paling ngefans sama dia. Pelajaran dia selalu gw nantikan dan setiap kali dia ngajar… entah kenapa kita semua seakan disihir mendengarkan pelajarannya. Gak pake ngantuk, bahkan bel tanda akhir pelajaran berbunyi seakan menjadi weker yang mengganggu.

Eniwei… suatu hari dia datang ke kelas dengan membawa sebuah buku berjudul “manusia kain kafan” dan dia menceritakan sedetail mungkin tentang kisah sengsara Yesus. Bagaimana Dia disalib, dan betapa babak belurnya Dia ketika berjalan ke bukit golgota… (><)segala cambuk dan alat2 lainnya yang melukai Dia secara fisik, dll, ditambah penghinaan secara mental pula. Ibu Joyce menunjukkan secara terperinci luka2 fisik yang dialami Yesus. Dari mahkota durinya yang menusuk mengucurkan darah di kepala, pergelangan tanganNya yang dipaku, bgmn berat tubuh Yesus ketika disalib… wuah luar biasa sakitNya…(><).Di buku manusia kain kafan itu ditunjukkan secara ilmiah bukti2 sejarahnya.Dan pengetahuan itu adalah pengetahuan paling menyakitkan yang bikin hati… Miris…. Bgt bgt deh…tapi somehow membuktikan segituNya… segituNya lha pengorbanan Dia.kali Itu adalah saat pertama kalinya gw disadarkan akan cinta kasih Dia… dan betapa… hah! Tidak layaknya kita… yah gt deh…! sejak saat itu… jalan salib memberikan warna yang berbeda bagi gw… suatu ritual yang selalu hmm… apa yah…memberikan perasaan gimana gt deh…=p. pelajaran ibu joyce hari itu meninggalkan banyak perasaan dan pertanyaan2 yang sampai sekarang masih berusaha gw cari jawabannya…

Well…Ibu Joyce meninggal tidak lama setelah dia memberikan pelajaran itu kepada kami…(TT), dia kecelakaan motor sewaktu pulang dari sekolah. Dan meninggal di tempat kejadian. Itu shock kedua…dan awal dari renungan2 panjang soal hidup gw.=p. she was someone that I adore so much, guru yang benar2 menjadi teladan… dan walaupun Cuma mengajar gw satu setengah caturwulan… pelajaran dia akan salib berdampak besar dalam hidup gw. Makanya jalan salib selalu membuat gw terkenang akan dia.=p.hehehe… that’s the short story about one of my teacher…yang mengajarkan cinta terdasyat yg pernah gw kenal.

Well… enihow… back to perjalanan ke puncak bukit Gandul…kami ber-6 (gw, fitsy, ai, yonny, aji, aching)  berjalan kaki sambil bergerimis-gerimis ria.Nitha pengkhianat naik motor gitu sama angkit, dan jalan di depan duluan. (cukup tau aja nith…=p). Gw sama ai… berjalan bersama kunyuknomoto. Dan ai dengan bangganya menceritakan pengalaman2 selama di jogja kemarin. Dengan sombongnya dia berkata kepada aji “ lo boleh tanya apapun soal keraton jogja ke gw…!” (azhik…! sombong lo tuh Cuma sehari gt yah ai… sekarang dah lupa semua…=p… itu sebenarnya tanda2 lemsky… kayanya lo cocok deh gantiin gw jadi sekjennya Fitsy, gmn???). hehehe… lama perjalanan berapa yah? Sejam-an ada gak yah? Lupa… =p

Pohon_tumbang2
Hmm… yang menarik… di tengah jalan…  ada pohon yang tiba2 tumbang dan menghalangi perjalanan kami. Pas kami tiba di TPT (tempat pohon tumbang), Nitha dan Angkit sudah memarkir motor di samping dan sedang menunggu kami. Kata nitha pohon itu tumbang tepat sesaat setelah mereka stop disitu. Untung aja… ga kena mereka… (Bahkan pohon aja sampai tumbang deket2 lo nith… itu artinya……). Motor angkit jadi gak bisa lewat deh. Nah disini inilah kami bertemu makhluk yang dipanggil Peci di solo, dan kopiah di jakarta. Dia langsung neduh menjajah di bawah payung kami. Karena dia sudah menunggu kami cukup lama, maka peci boleh foto2 bersama kami.=p, sambil menunggu pohon tumbang disingkirkan dr jalanan, kami pun berfoto2.

Diatas
Setelah itu kami pun berjalan kembali. Masih ditemani oleh rintik2 hujan.tidak lama kami pun sampai di puncak… WOW! Hehehehe… wonogiri dr atas…. Mantabh (pake bh biar pas…=p). keren bgt… langsung deh manusia2 narsis pada foto-foto.Kata Aji disinilah akhir dari jalan salibnya.(^^). Cocok bgt… dgn latar seperti itu…you know… pemandangan seluas langit dan seluas bumi… ketika mata memandang sampai batas yang tidak terukur lagi jaraknya… kota… langit menyatu dalam sebuah gambar tanpa frame….  Trus bayangan Yesus disalib di hadapan semua itu…seakan demi dunia Dia berada diatas kayu salibNya…(well bukan seakan yah tapi emang bener…=p).doeh… jadi mo nyesel bangun kesiangan. (gw yakin itu emosi pasti keluar semua seketika kalo lihat visualisasi drama jalan salibny=p.)  ktnya yg meranin yesus beneran di salib…    Jadi mo deg2an…=p… tinggi bgt lho…!!! gw kan agak2 phobia tinggi yah… jadi begitu duduk diatas batu2 itu, rasanya agak deg2an gmn gt. Berdesir desir seru. Dan saudara2 Ternyata… itu masih belom puncak lho… masih ada tangga ke atas dan masih ada yg bisa didaki untuk benar2 sampai ke puncaknya puncak. Yang kata yonnie tempat potensial untuk pacaran dan mesra2an… (hayo siapa yg pernah ke gap….???)

Mo_manjat_2

Awalnya gw agak ragu mo manjat2 tebing batu itu untuk sampai ke atas. Waktu itu angkit dan nitha dah sampai duluan….(cieee….*gossip mode on…=p), dan sudah memanggil supaya kami cepat naik. Hmm… hujan… licin… dan bawahnya jurang… ga pake tali pula…kalo jatuh? … ya emang ga mati seh… tp pasti luka parah…

hmmm…. berani gak yah gw? Acing seketika memutuskan untuk tidak naik…,

ai nanya ke gw “ mon lo naik…?”
“hmmm … pengen ai tapi gw takut…” sambil nimbang2.
“coba aja yuk…” kata ai sambil mulai nyari2 pijakkan dan mulai manjat…

Lihat Ai kaya gt… gw jadi tambah berani… kalo ai bisa masa gw takut… yo wess… tidak mempedulikan dag-dig-dug… langsung semangat nyoba2 juga. Diawasi aji dan fitsy… kami mulai memanjat naik. Acing tdnya menyarankan untuk melepas sendal… tp gw keukeh tetep makai… =p. Tinggi aja bow… well… jangan lihat bawah… pikirkan setiap langkah aja… sibukkan diri dengan mencari pijakkan dan pegangan. Hehehe… gak sia2 panjat dinding di pasfes… kami semua sukses sampai diatas… DAN!!!! Lebih WOW!!! Lagi pemandangannya… MUANTABHHH…. abiezzzz…….! cantiq abies…Walaupun hujan dan angin bertiup semilir…membuat raga agak2 dingin… tp gak nyesel deh bela2-in manjat2 keatas pake takut tinggi pula. KEREN… sejauh mata memandang… bumi wonogiri… waduk2 buatan menyapa denga mesra…ini dunia terbentang di depan mata….O MY GOD! terima kasih Tuhan untuk kesempatan di hari jumat agung yang paling berkesan.=p. foto2 aja langsung kami semua.

Ramai2

Tiba-tiba… Kira dtg aja lho… dia nongol dr balik batu, seakan dah lama tinggal disitu dan menyapa kami semua…(hehehe… cepet juga yah dia nyusul kami…=p).Diatas ketinggian itu sekitar 10 menitan kami mengambil waktu untuk hening menghayati ketinggian, mendengar bisikkan hujan dan desir angin, menyaksikan tarian kupu2… Apa yg terbesit? (Hmmm… kasi tau gaakkk yah? =p) Well nothing much seh… kalo lg di tempat2 begini… terlalu sayang kalo dipake buat mikir2 macem2. IMHO, all you have to do… just sit… mendengar semua suara yang mampir… melihat semua yang terlihat…dan  merasakan semilir angin…dan tetes hujan yang membasahi kulit… then… feel it all… gabungin semuanya… itulah damai… Tuhan sedang berbicara dengan cipta-Nya… Jangan lupa ucapin terima kasih dalam hati…=p. let me share you a poem that I love so much. Ini gw ambil dari om Sapardi… my favorite poet…


sajak kecil tentang cinta

mencintai angin
harus menjadi siut

mencintai air
harus menjadi ricik

mencintai gunung
harus menjadi terjal

mencintai api
harus menjadi jilat

mencintai cakrawala
harus menebas jarak

mencintaiMu
harus menjelma aku


(^^)… bagus kan???=p. lumayan cocok untuk dihayati di ketinggian…=p.well.. di sekitar situ sampahnya, agak2 mengganggu neh, jadi sebagai wujud cinta kami… (ehem… cowo2 se actually..=p, cewe2 terlalu sibuk ngabisin snack sambil foto2.(^^)>) kami mengumpulkan sampah di sekitar situ. HAH! Banyak juga lho… hayo dong lebih jaga lingkungan lagi!! Jangan buang sampah sembarangan… gimana mo pacaran diatas sisni kalo tempatnya kotor dan bau. Ga romantis lagi jadinya kan… HAH! Gila yah… imagine this…. kalo malam… pasti cuantiqqq bgt tempat ini, dibawah lampu2 kota bersinar, diatas rembulan dan bintang2 berkelipan,semilir angin sepoi2… MATI!!! Pasti keren bgt…duduk berduaan terus2… dinyanyiin pake gitar… wuah… gw seh luluh lantak deh kalo… kalo… kalo… (><).  Hehehehe… makanya demi skenario itu… yuk…jaga lingkungan! Jangan buang sampah sembarangan!!!

Tangga_puncak
Dari situ… kami pulang…, kembali ke rumah aji. waktu itu dah waktunya makan siang… hehehe… gw, ai, sm acing… nemenin Kira naik mobil… kan kasian masa nyetir sendirian. fitsy, yonnie dan aji memutuskan untuk jalan kaki pulang ke rumah aji-nya. Sedangkan nitha masih kabur sama angkit naik motor…(ck,…ck…angkit jadi korban nitha di wonogiri). Di mobil kami bertukar2 cerita. Kira bilang, kami semua berubah lho… sampai2 dia nanya… “ai sm moniq jadi tambah liar gara2 ikut JSN kah? Kt orang semakin dekat dengan alam akan semakin liar…”. hehehehe… bisa jadi demikian.O iya Kira juga sempet curhat colongan soal pengalamannya mendaki gunung gandul kijang (iya kan yah mobil lo waktu itu kijang…?), katanya dia sudah hampir niat mo bikin pesan2 terakhir saking terjalnya tuh tanjakkan.(><)…  sepanjang jalan ke rumah aji… kami bercanda, ketawa2 dan bertukar kabar kilat.

Rumah Aji… gak ada orang, waktu kami tiba disana. Perut dah keroncongan namun baik rombongan aji maupun rombongan angkit (halagh! Berdua sm nitha aja sebutnya rombongan… hehehe… nitha diitung 5 yah?=p), belom nampak roh dan raganya. Sambil nunggu, kami foto2 dan dari situlah kami membahas masalah narsisme. Kira bercerita tentang legenda Yunani, asal mula munculnya istilah narsisme…

Jadi begini ceritanya…(versi Kira…)

Jaman dahulu kala… tatkala dewa-dewi dan manusia2 masih hidup rukun nan berseteru di Yunani, hiduplah seorang pemuda yang tampan sekali bernama Narcissus. Banyak gadis jatuh cinta kepadanya… namun tak seorangpun gadis menarik hati Narcissus. Tersebutlah seorang peri hutan bernama Echo, yang jatuh cinta padanya. Namun echo tidak mempunyai keberanian untuk menampilkan diri di hadapan narcissus, jadilah ia hanya melihat dan mengagumi dari kejauhan. Setiap kali Narcissus datang ke hutan… echo akan mengikuti dan memperhatikannya.

Suatu kali echo dihukum dan dikutuk oleh Hera… dia harus mengulangi semua suara yang terdengar di dalam hutan itu. Echo yang tidak bisa lagi menampakkan diri dan mengatakan cintanya kepada Narcissus, kemudian mencoba segala cara untuk dapat berbicara dengan pujaannya. Dia pun mencoba menarik perhatian narcissus dengan membuatnya tersandung… dan mengulangi setiap perkataan narcissus. Echo… akhirnya dpt berkomunikasi dengan narcissus, meskipun hanya mengulangi perkataannya. In the end… hera mengutuk narcissus sehingga ia hanya dapat mencintai dirinya sendiri, karena ia tidak kunjung menetapkan pilihan hatinya, sedangkan gadis2 banyak yang patah hati. Demikian narcissus pun mati karena jatuh cinta pada pantulan dirinya di air sungai sehingga tidak mau beranjak dr tepi sungai. Dan jadilah dia sekuntum bunga di tepi sungai…dan echo sendiri masih tetap mengulangi setiap suara yang terdengar di hutan hingga sekarang.

Dari situlah istilah narsis kemudian muncul. Hehehehe… IMHO yah… nothing bad dengan menjadi narsis. Well… gw ngaku deh… kalo dalam diri gw kadar narsis udah sampai stadium 4. dan dah parah akut bgt, hmm… percaya gak she kalo gw bilang… dulu gw termasuk tipe cewe yang takut keluar rumah menyapa orang asing… pemalu abies deh… (><)? Terus darimanakah narsis atau kecintaan pada diri sendiri itu muncul dalam diri gw? Hehehe… gw share lagi deh dikit… gw pernah sampai pada suatu titik dimana gw membenci segala apa yang ada dalam diri gw dan hampir setiap saat begitu khawatir akan penilaian orang pada diri gw. Gw pernah terlibat dalam sebuah hubungan yang benar2 meluluh-lantakkan jati diri seorang moniq.seseorang mengintimidasi gw sedemikian rupa untuk menjadi moniq versi dia, yang menurut dia lebih baik. Well screw him! (and thanks to him juga… yang akhirnya menyadarkan gw) Dia ga tau siapa gw yg sebenarnya… dan saat itu gw sempet down bgt lho…(><). Tapi kemudian gw bangkit dan sekarang gw lebih bisa mencintai diri gw dan lebih bebas berekspresi. Karena gw teringat pelajaran agama gw jaman esema dulu… Allah menciptakan manusia sesuai rupa dan gambar-Nya dan itu baik adanya… so… ketika gw menghina diri gw ataupun orang lain maka secara tidak langsung gw menghina Dia. Maka gw pun belajar untuk menghargai dan mencintai apa yang ada dalam diri gw, sedemikian rupa memupuk kepercayaan diri gw… sehingga menjadi seakut ini.=p. Karena dengan demikian pula, gw pun belajar mencintai sosok Allah dalam diri gw. (^^). Hehehe… (*sok tau mode on neh… gw mo sok2 membela diri soal kenarsisan gw)

 

IMHO lagi… menjadi narsis atau mencintai diri sendiri banyak bgt manfaatnya dalam hidup kita. Well… gw akan bahas dikit aja koq.. (soalnya kalo banyak2, ceritanya gak kelar2 nanti. Gw ambil inti terpenting dalam narsisme yang gw anut aja yah…=p.). gw percaya dalam diri setiap manusia, Tuhan meninggalkan jejak-Nya, mewariskan sifat-Nya… ada cermin Dia yang terefleksi dalam diri kita masing2. Yang perlu kita lakukan untuk terutama lebih menghargai dan mencintai Dia adalah dengan pertama2 menemukan sifat-Nya dalam diri kita, kemudian mencintai hidup dan diri kita sendiri. Itu kan salah satu cara untuk bersyukur juga sama Dia (iya gak seh???). Dan… you know what… apa yang membuat gw suka sekali difoto dengan gaya tersenyum dan suka bgt ngaca…? karena gw menanamkan pikiran dalam otak gw… bahwa senyum gw mirip sama senyum-Nya. (^^). Hehehe… ini ngarep.com seh… tapi… kan pasti sedikit banyak ada benarnya… toh di alkitab ada tulisannya…(=p. Membela diri mode on). Untuk dapat menemukan cermin Tuhan dalam diri orang lain, temukan dulu cermin Tuhan dalam diri kita… Dan gw… selalu kepengen.. setiap kali gw ngaca ataupun lihat foto2 gw sendiri…, gw menemukan Dia dalam diri gw sendiri (Jadi ga usah jauh2 nyari gt kalo butuh Dia…) … dan berharap… orang lain pun bisa melihat dan menemukan Dia dalam gw… (AMIN!!!….=p). Gitchu… kawan… jadi boleh dong gw narsis??? =p.(tetep!). lagian kita gak akan tahu gmn caranya mengasihi orang lain seperti mengasihi diri sendiri kalo gak narsis….=p

Eniwei back to the story…
Ada kali setengah jam kemudian, aji, fitsy dan yonnie, nitha-angkit tiba di rumah kembali. Kami langsung makan siang. Menu siang itu adalah sayur asem, ayam goreng, dan kerupuk2. o iya sama sambel deh… yang kata temen2 enak bgt itu.(gw seh cuma nyocol dikit secara lidah gw kan musuhan sama cabe…) HAH! kenyang sudah perut kami…! sambil malas2an, kami pun membicarakan rencana selanjutnya.ehemm… bukan kami se… tp mereka… saolnya gw tidur2an gak nyimak gt pas lagi pada berunding. Rumah aji… mengingatkan gw pada rumah Wakle gw di bojonegoro. Atapnya yg agak tinggi, lantainya, jedelanya…pokonya semuanya deh.(^^). Menyenangkan yah rumah2 begini.

 

Karena hari itu jumat agung, maka akhirnya… kami memutuskan untuk pergi ke gereja… (tadinya pengen ke pantai dan melewatkan misa jumat agung… tapi… ada yg keukeh mo ke gereja pake batik…). Jadi langsung deh pada grabak-grubuk ganti baju pake minyak wangi, siap2 mau ke gereja. Yep! Kita gak pakai mandi dulu… karena masih berpikir setelah itu mau ke pantai.. jadi mandinya belakangan aja.

Pergi ke gereja terdekat dari rumah Aji, dengan berjalan kaki lagi…\(^^)/. Hehehe… enak kan… jalan kaki rame2 ke gereja. Cuaca saat itu masih mendung kelabu. Yah wajarlah… jumat agung gt… selalu hujan….(><). Gereja sudah cukup ramai. Kami kebagian tempat duduk di lantai dua. Entah kenapa yah… gereja ini gak asing bgt lho… gw berasa deja Vu waktu baru masuk dan duduk. Karena sudah cukup penuh. Kami pun duduk terpisah-pisah. Gw, ai, dan aji… sedangkan nitha dan aching di belakang kami. Yonnie, fitsy dan angkit lebih di belakang lagi. Kira lo duduk mana yah? Ga keliatan…=p. FUAH!!! Percaya deh… untuk tetap bangun dan sadar dengan keadaan selelah itu di tengah ibadat panjang nan khusyuk…. itu sesusah menemukan sebatang jerami diantara jarum pentul… apalagi… itu jumat agung lho… dimana bacaan injil di-lan-tun-kan bukan dibacakan…huah! itu salib kami semua di misa… bertahan untuk tetap fokus pada misa. Hehehehe… gw sempet memejamkan mata dan tidur sebentar, ai yg duduk di sebelah gw juga sebelas-dua belas, dia berusaha menahan kantuk dan akhirnya ngaku sempat ketiduran sebentar waktu misa. Nitha juga gw lihat sempat tidur… dan yang paling sukses…adalah yonnie… dia juara tidur deh… paling nyenyak selama misa… sampe hampir jatuh kedubrak gt tidurnya.   

Di tengah misa… hujan tiba2 mengguyur Wonogiri secara membabi buta. Deras bgt… dan suara angin mengrongrong gt. Jadi mo seram. Tp jumat agung seh yah… jadi gw maklum…=p. sampai misa selesai…(btw.. baru kali itu lho… gw misa jumat agung, ga pake cium salib. Kenapa yah???) hujan masih belom berhenti, maka kami pun mengobrol2 sambil nunggu hujan reda. Disini ada Peci lagi. Setelah hampir setengah jam… gereja sudah lenggang… dan hujan masih belum reda juga. Untung si cantiq membawa payung pinkie, jadi akhirnya diputuskan kira dan nitha akan menjemput mobil untuk kemudian menjemput kami semua di gereja. Sisanya menunggu sampai jamuran di gereja. eh… gw ada kenalan sama temennya aji lho waktu lagi nunggu ini… (^^)>. Aji terkenal bgt lho ternyata di gereja-nya.temannya banyak gt. hehehe

Dari gereja, kami memutuskan untuk pergi makan malam di daerah waduk (yg tadi kelihatan dari puncak…). Kami makan ikan bakar-goreng di sebuah restoran lesehan yang cukup ramai. Sambil menunggu pesanan datang kami kembali sharing2. aji sharing soal jsn tanggerang, angkit cerita2 soal keinginannya membentuk JSN wonogiri. Akhirnya makanan datang juga… lahap deh langsung semuanya… makan dengan brutal. Selesai makan… kami tidak langsung pulang tapi tetap di tempat sambil mengobrol dan becanda… ketawa-ketiwi sampai perut sakit. Apalagi gara2 kira yang berusaha ngelawak… ya ampun…. Jadi mo lucu….=p. hehehehe… kira jadi bulan2an deh malam itu. tapi suasana jadi seru meriah gara2 dia. Meski demikian ketawa kami malam itu belum seliar yang di tawang mangu….(^^).

Waktu sudah menujukkan pukul 9an lewat… hampir jam spuluhan yah? Kalo gak salah… kami berdiskusi untuk rencana esok hari. Apa yang akan kami lakukan? Trus-jadi atau tidak memenuhi undangan makan2 sronggotz… Setelah berdiskusi panjang kali lebar (sama dengan luas), diputuskan lah bahwa kami tidak jadi menginap di rumah Aji malam itu melainkan ikut Kira pulang ke solo. Sehingga besok bisa lebih leluasa berjalan2 di Solo, dan gak repot juga cari kendaraan untuk ke Solo. Undangan makan2 di rumah sronggotz juga terpaksa kami tolak… (maaf yah… mungkin lain waktu bisa diundang lg…=p). Maka perjalanan dr rumah Aji menuju Solo pun dimulai malam itu juga.Nah ini bagian gw tidak sadarkan diri sepanjang perjalanan. Ngantuk bgt… So sambil tidur… kita lanjutkan lagi ceritanya nanti yah… sampai sini dulu. Bye!

Terima kasih buat kunyuknomoto alias aji… dan juga Angkit yang sudah menemani kami semua selama di wonogiri kemarin. Terima kasih buat semuanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s