Excuse me for being a rebel


Jakarta, 13-14 Mei 2009.

Hai semuanya…(^^). Akhirnya gw ada waktu juga untuk nulis2 lagi dan berbagi cerita soal ultah gw. Hehehehe. Beberapa hari belakangan emang lagi hetic bgt kerjaan gw. Ada banyak yang harus dikerjain tapi waktunya mepet aje. Hampir tiap hari gw tidur cuma 4 jam. Dan baru kmrn ini gw bisa naik ke tempat tidur jam 9 dan bangun sedikit lebih siang. And here I am… writing about stuff yang dah gatel banget pengen gw bagi. Hehehe.. it’s about my Birthday.Dan kenapa gw gatel bgt pengen membaginya karena mungkin ini salah satu bentuk rasa terima kasih gw ke kalian semua yang telah turut merayakan hari ulang tahun gw. (^^)>. Terima kasih yaa…

Jadi… Tuhan selalu punya cara yang aneh dan unik (in positive way of course) dalam mengungkapkan rasa Cinta-Nya. Setidaknya begitu menurut gw. Makin yakin, setelah apa-apa yang gw alami di hari ulang tahun gw kemarin ini. Meskipun kerjaan lagi padat-padatnya dan banyak-banyaknya, gw merasa menyisakan sedikit waktu untuk merayakan ulang tahun di gunung adalah sebuah kewajiban, keharusan, kemestian. Sesuatu yang tidak bisa diganggu gugat ataupun ditawar, meski ada pekerjaan mendesak sekalipun (lain cerita kalo berhubungan dengan keluarga). Karena lebih baik gw kehilangan pekerjaan daripada gw kehilangan waktu untuk merayakan anugerah Tuhan atas hidup gw.So… excuse me for being a rebel…Boss (^^). Hehehe… krn gw jg dah dpt ijin dr banyak orang jadi ga mungkin gw batal pergi krn ada kerjaan. Walopun spnjg perjalanan juga berasa jadi ada yang mengganjal se. Apalagi pas ditelpon kntr, sabtu pagi itu. Hahaha. Tapi eniwei, I decided to not bother it. Jadi gw memilih untuk menikmati waktu2 bebas gw sejenak dari kesibukkan. Memilih untuk menghabiskan 23 dan menyandang 24. (‘’p)

And, I did it. Merayakan ultah di surya kencana yang lagi ramai-ramainya. dengan segelintir sahabat dekat. It was fun. Hehehe… tp yang paling berkesan bukan itu ternyata. Ternyata meski sekian lama w kepengen bgt ngerayain ulang tahun di gunung, ketika akhirnya terwujud, nothing really special about it. the sparks just gone the minute I arrive. Somehow I felt empty. Apa karena gw pergi ke gunung yang sudah pernah gw daki kali yah…sehingga surya kencana tidak seindah pertama kali gw tiba. mungkin. Tapi bukan berarti gw sedih yah… rasanya ga sedih juga ga seneng2 bgt. Biasa aja gt. Dan itu yg mungkin bikin gw malah o well… felt nothing. it’s my birthday and I cannot find no cause for celebration, kalo kata Jason Mraz.

Setidaknya, kangen gw akan gunung terpenuhi seh. Masih mending berada di gunung ketimbang masuk kerja di hari sabtu. (^^)>. Jadi yah… it was fine. Dan…setelah semuanya beres, siapa sangka… ternyata Dia punya kejutan luar biasa. Hahahaha. Dan inilah hal yang bikin ultah gw kali ini berkesan bgt. Gw nyasar di gunung putri. Dan gara2 itu gw jadi bersyukurrrr bgt akan banyak hal, bersyukur karena Tuhan masih begitu menyayangi gw.

JAdi siang itu, kami ber5 berangkat turun dari surya kencana. Berharap jam 3 sudah sampai di basecamp. Perjalanan dimulai. Di sebuah pertigaan kami terpisah. Gw, martien, ai dan benny mengambil arah kanan dan Gothie sendiri arah kiri. Awalnya kami pikir kami akan bertemu kembali di satu titik, seperti biasanya. Kami saling memastikan kehadiran masing2 dengan berteriak. Ternyata setelah 15 menit kemudian kami memanggil2 gothie, gunung seakan menelan suaranya, tidak ada jawaban. Dan kami berempat tidak lagi terhubung dengan siapapun. GOTHIE! Teriak Martien. Hening menjawab, maka Kami resmi terpisah dari gothie.

Baiklah, kami memutuskan untuk jalan terus menuju pos, tempat yang kami yakin akan kami temukan. Pertanda kami berada di jalur yang benar. Kami terus berjalan, sambil sesekali berfatamorgana, “di depan pos ya?” dan lama-lama kami menyadari bahwa jalan yang kami tempuh sangat berbeda dengan jalan yang kami lewati ketika naik. Dan lagi, dimana posnyaaa?? Kami sudah berjalan sekian lama tapi tetap tidak juga menemukan pos atau bahkan manusia lainnya. Manggil2 gothie juga dah kaya manggil angin aja. Mana brr… hujan deras turun pula. Ga ada petunjuk sm sekali kemana kami harus melangkah. Setiap persimpangan kami memilih jalan yang terus turun… krn kami terlalu malas untuk balik lagi… dah jauh bgt.

Satu-satunya tanda kehidupan adalah sampah yang masih kami temui disepanjang jalan setapak itu. Dan sepanjang jalan… tak hentinya gw merasa bersalah karena memaksakan ego gw untuk merayakan ultah di gunung dan membawa 3 org teman gw… berada dalam situasi yang mencemaskan semacam ini. Dan tiba2 gw tersentil… “moniq setialah dalam perkara-perkara kecil” itu bisikanNya yang pertama. Dan gw tersentak, mengingat apa yg telah gw lakukan kemarin. Meninggalkan pekerjaan agar supaya bisa berada di tempat ini. Lalu dimana segala hal yang gw harapkan? Arghh! Gw ngapain seh susah2 ngerayain ultah di gunung begini. Udah pergi macet banget, pulangnya nyasar ga jelas gini pula, coba gw lbh milih dtg kerjaan dan dtg Komjak, lg makan siang neh gw… bukannya ujan2an di tengah hutan rimba yang ga ketahuan, jalan pletat-pletot kepleset, kaki penuh lumpur. Tuhan… apa yang sedang aku lakukan disini?I started to mumbling and not thank my God for my life.Bahkan gw mulai berpikir yang aneh-aneh. Is this journey even worth Lord?bukan untuk ini aku dtg kesini. Pikiran2 ini kemudian membawa pikiran gw berjalan kearah yang selama ini gw hindari. Begitu lelahnya gw mempelajari segala hal baru yang harus gw pelajari di tempat kerja yang baru.Lelah,dan entahlah somehow ketika itu gw gak ingat, kenapa gw merasa perlu menjalani semua ini. Segalanya begitu susah dan berat. Setiap langkah rasanya membuat gw berdarah dan terluka. Dan gw patah, feel useless, and desperate. I want to cry. Asking my God the comfort that I need. because everything went wrong. And I don’t even know why. I thought this all I want to do, but how come I felt so lost. Should I continue?

Sama halnya naik gunung yang gw lakukan ini. Kaki terasa bgt lelah, berhenti sebentar maka kedua kaki seakan tidak berdaya, gemetar dalam dingin. Makanya berjalan terus adalah saru2nya cara untuk membuatnya berhenti gemetar. Pundak terbeban carrier.Why am I doing this?

Tuhan…Betapa aku merindukanMu, aku rindu bercakap denganMu.

Aku selalu disini.

Ahh… tapi mengapa, Tuhan? Mengapa aku selalu merasa Kau tidak ada?

Aku ada, kapanpun kau memikirkan Aku ada.

Aku hanya ngin bercakap denganMu.

Ini Aku, anakKu.

Ini aku, Tuhan…

Dan hening mengiringi langkahku.

Sepanjang sisa perjalanan itu, pelan-pelan gw bercakap-cakap dalam hati, dan berbagai hal muncul. Dan pelan-pelan pula pemahaman muncul satu per satu. Bahwa segala-galanya baik-baik saja dan tidak seburuk apa yang gw pikirkan.Bahwa Dia masih mencintai gw. Dan entahlah… tiba-tiba gw tidak lagi merasa khawatir akan ketidakjelasan jalan yg sedang kami lalui ini. Have faith, Moniq! Itu ktNya. Dan doa2 yg gw panjatkan, membuat gw kuat untuk terus berjalan, yakin seyakin-yakinnya bahwa kami dijaga dengan baik. Karena let’s face it, sudah bertahun-tahun gw kenal Dia, dan segala hal menunjukkan bahwa ketika gw percaya, Dia akan selalu hadir, dan gw baik-baik saja. Bahwa percaya padaNya berarti tidak bersandar pada pemikiran dan perasaan ini, because He is bigger than that. Lebih besar dr segala pemahaman yang gw punya dan Dia tahu segalanya. Maka gw akan baik-baik saja. Dan gw tenang. Dalam segalanya.

Perjalanan yang kami berempat tempuh makin aneh… tiba2 ketemu jurang… dan jalan-jalannya makin curam aja. Hahahaha… tp gw cm merasa, baiklah… kalau ini memang bisa dilewati dan harus dilewati, gw akan setia dalam perkara kecil. Tugas gw hanya terus mengambil langkah2 kecil. Gw tidak lagi bertanya kapan kami akan tiba? Dimana kami dapat menemukan tanda-tanda kehidupan. Hanya terus berjalan melalui jalan-jalan berliku yang entah kemana. Knowing nothing but believe it is going to be something.dan gw mulai menikmati perjalanan ini. Stiap langkah tidak lagi berat. Stiap sandungan, membuat gw kuat untuk berdiri lagi.

Hahahaha… it was a great experience. Untungnya lagi gw tersesat dengan orang2 yang juga luar biasa, kami saling menguatkan. Tidak memperlihatkan kecemasan dan kekhawtiran satu sama lain. Saling menjaga, menangkap ketika jatuh. Percaya gak… sepanjang perjalanan itu meski semua kelihatan tertekan, tidak ada seorangpun mengeluarkan keluhannya. Hahahaha… terima kasih Tuhan, Engkau menemaniku dalam mereka. Dan satu per satu syukur keluar dari hati gw.

Sampah adalah petunjuk pertama kami, bahwa jalan ini masih bisa dan pernah dilewati manusia, tapi ketika kami sampai pada jalan2 dimana samaph tidak lagi ada. Gw mulai bersiap-siap untuk kemungkinan terburuk. Tapi itu ternyata tidak perlu. Di sebuah persimpangan, Tuhan bekerja, kami bertemu petunjuk. Sebuah kotak kecil terpasang di pohon, dan diatas pohon tertempel tulisan “alat penelitian satwa, mohon jangan dirusak”. Deg… Mampus! Macan suka lewat jalan ini yah? Hahaha… itu pikiran pertama gw… dan berikutnya gw malah mikir… waduh ngobrol apa nanti kalo ketemu macan? Ternyata ini jalanan satwa, pantesan ga ada sampahnya. (^^).

Melihat tanda2 peradaban, membuat kelompok kami berharap lagi, krn sepanjang jalan setiap dari kami seakan melihat fatamorgana semacam “ada pos di depan” ternyata bonggol pohon, “ada orang di depan” ternyata bayangan (ga usah ditanya yah bayangan apa… jadi tmbh serem dan horor nanti). Makanya ketemu alat itu… adalah berkah. Terus.. ketika kami beranjak… tiba2 alat itu menyala. Cling! D*mn gw kefoto! Ternyata itu foto toh.. yah setidaknya kami meninggalkan jejak ketika nanti kami benar2 tersesat.

Perjalanan kami lanjutkan. Sudah hampir 2 jam kami berjalan tanpa istirahat lho. Hahahaha. Ajaib yah… meski lelah, kami punya kekuatan untuk terus berjalan. Apalagi Benny yang kepleset jutaan kali, dan jutaan kali pula dia bangkit untuk kembali jalan dan kepleset. Salut buat benny yang mampu melewati itu semua. Tiba2 langit mulai terbuka, pohon-pohon tidak lagi selebat jalan-jalan sebelumnya, mereka mulai berjejer rapi. “Itu kebun. Pohon-pohonnya rapi.” Begitu teriak benny, kami berjalan makin cepat hampir lari. Dan ketika kami ketemu gubuk, lalu kebun dengan langit terbuka… “YA AMPUN KEBUN!!!!”

Belum pernah gw sebahagia itu ketemu gubuk, kebon, dan petani. Hahahaha…. TERIMA KASIH TUHAN! Dan sepanjang jalan melewati kebun itu gw mencerna semuanya. Cuma bisa terpesona dan berterima kasih untuk CintaNya. So akhirnya keinginan gw tercapai. Gw mampu bersyukur akan hidup gw. Merayakan kelahiran gw ke dunia 24 tahun yang lalu. Berterima kasih kepadaNya karena telah merajut hidup gw. Bersyukur untuk setiap tarikan napas. (^^)>.

Base camp terlihat sangat jauh dari tempat kami keluar tadi. Hahaha.. tapi kami turun gunung lebih cepat dari perkiraan ternyata. Target kami jam 3. Kami keluar hutan jam 2. Jadi jalan sesat kami ternyata lbih cepat.Dari petani, kami tahu betapa beruntungnya kami. Ktnya wah beruntung bgt.. biasanya banyaka orang yang nyasar dan lakhirnya masuk hutan,kalo samapi kejadian begitu bisa 3 hari 2 malam lagi baru keluar. WOW! Baiklah. Terima kasih Tuhan. Hahahaha. Kelompok kami sudah mulai bisa menertawakan semuanya. Kami baik-baik saja. Tinggal ke basecamp, dan melaporkan Gothie. Yang terpisah dari kami. Kami takut dia masih menunggu kami di pos. Benny mengirim sms ke gothie barangkali Hpnya menyala. 10 menit kemudian dia menelpon dan menanyakan kebradaan kami. Dia bilang dia sudah di basecamp. Dan sudah melapor ke tim SAR.

Jeng-jeng… ternyata begitu di basecamp, kami ditunggu banayk orang. Dan setelah melapor, kami turun ke pangkalan angkot. Dan sepanjang jalan kami ketemu pendaki yang bertanya ke Gothie, gimana mas dah ketemu? Gothie yang panik, menanyakan kamike setiap pendaki yang ditemui. Jadi satu gunung putri kayanya tahu bahwa kami tersesat. Hahahaha… what an experience.

Yep… begitulah cerita gw merayakan ultah gw yang ke 24 ini. Gara2 tersesat ultah gw kesampaian juga “berkesan”nya. Gara2 tersesat gw jadi lebih bisa bersykur akan banyak hal. So God does have unique way to teach me. Thank u lord. i will never forget this lesson. (^^)

Refleksinya:

Meskipun menjalani mimpi, kadang-kadang membuat kita menempuh jalan yang tidak biasa dilalui kebanyakkan orang. Tapi percayalah padaNya, dia tahu kemana kita menuju. Jadi meskipun kelihatannya tersesat atau memang tersesat, Dia tahu jalan itulah yang mampu kita tempuh. Ada proses yang harus kita lewati untuk itu semua, dan semua itu tidak pernah mudah. Just have faith, that He will lead our way. Tidak mengetahui kemana kita melangkah dan apa yang akan kita lakukan kadang-kadang menakutkan, tapi kita selalu dimampukan untuk melaluinya selama kita setia dalam perkara-perkara kecil. (^^). Terima kasih Tuhan untuk segalanya. dan terutama sudah menjawab my 23th birthday’s wish.

God Guide us.

Doaku masih sama Tuhan…

Aku masih ingin bermimpi, Tuhanku. Dengan seluruh inginku aku berjalan dalam waktu-Mu, karena aku tahu dengan pasti bahwa Kaulah penjaga mimpiku. Adakah satu batu sandungan yang tak berarti dalam setiap langkahku bersamaMu…?

Satu nafasku tiap tarikkan dan denyutnya ungkap Kau maha pencipta. Aku hidup dan itu karena-Mu.Besar karya-Mu dalamku.Kau titip talenta, walau satu kan kutempa hingga dunia kalah akan kasih setia Raja.

Maka izinkan kumenyembah dalam setiap kerja walau tak sempurna semua itu jerih payah, bukti aku tak sia-sia namun berharga dimataMu. Mimpi jiwaku adalah milikMu semata.

Terakhir… untuk semua teman2

Terima kasih untuk segala doa dan ucapannya. Hahaha… gw ga tahu gimana harus mengungkapinya. Tapi setelah hal yang gw lalui, membaca pesan kalian baik sms, Fb dan telpon, mengucapkan Happy birthday (yang bahkan sampai kemarin masih gw terima) … you really make my life full! Terima kasih yah. Sudah menunjukkan betapa Tuhan menyayangi gw. Dan gw harap, kalian bisa melihat hal yang sama. That He loves us no matter what. Terima kasih. Sungguh. Meski gw tahu ucapan terima kasih ga akan cukup.. (^^).

Terima kasih sudah hadir dan ikut merayakan 24 tahun hidup gw.

LOVE YOU ALL.
Buat temen2 jsn, magis, dan komjak: (^^). semoga berguna… ini alasan kenapa gw tidak bisa hadir di kegiatan minggu kmrn. semoga dpt diterima.Mas felix, ini utang refleksiku yaa… (^^). thank u for excuse me.

Dan KIRA: ini sekaligus hadiah ultah dr gw buat lo. Terima Kasih sudah mengenalkan gw kepada gunung yang membuka mata gw akan karya2 Desainer terhebat, sang Maha Pencipta (^^). HAPPY BIRTHDAY, Kira.

Special Thanks To… Martien, Ai, dan Benny. (^^). terima kasih sudah menemani gw naik gunung dan tersesat.

Very Special Thanks to Gothie yang sudah mencari kami bagai Yesus yang mencari domba hilang. (^^)

Iklan

2 pemikiran pada “Excuse me for being a rebel

  1. hahahah…love this story moniq!!
    ingetin perjalanan gw ke rinjani awal dec kemaren. tiap jalan gw ngobrol sama TUhan…berdoa…nyanyi…stress smbl ngom,”why i am doing this???” tp nyatanya gunung ga akan pernah bikin gw kapok. makin cinta malah…
    thanks for sharing this lovely story…lovely bagi pecinta gunung…;)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s