Surat kepada Bapak/Ibu Menteri Kabinet Indonesia Bersatu 2


Dear Bapak/Ibu Menteri yang terhormat,

Pertama-tama saya ucapkan selamat atas terpilihnya anda-anda sebagai Bapak/Ibu menteri. Semoga bukan gaji dan kuasa saja yang anda bayangkan saat mengucap sumpah dan janji anda.

Bapak/Ibu menteri, saya mau bercerita sedikit. hari ini saya pergi bekerja ke kantor seperti biasa. namun yang tidak biasa adalah saya bertemu sekumpulan pemulung. Mereka terdiri dari seorang ibu dan 3 orang anaknya. mereka sedang menyanyi “balonku” dengan riangnya di depan gerbang gang rumah saya. jujur saja, saya terganggu dengan pemandangan itu. saya tidak nyaman melihat ketiga orang anak ibu itu berada di jalanan ketimbang di sekolah. dan saya juga terganggu dengan pekerjaan sang ibu sebagai pemulung, tidak bisakah anda mengusahakan sesuatu agar sang ibu tidak berkeliaran di jalanan dengan pakaian yang begitu lusuh mendorong-dorong sebuah gerobak berisi sampah.

Jadi ijinkan saya memohon, tolong jangan lupakan janjimu hari ini, dan berhentilah menghabiskan uang negara untuk hal pribadi. tidakkah anda terganggu dengan pemandangan: pemulung, bencana, banjir, dll. jangan tinggal di dalam dingginnya kantor barumu. jangan tutup pintu hatimu terhadap mereka.

hah! itu saja dulu pak… bu…. rupanya malam telah mengalahkan saya…

selamat tidur.

Iklan

2 pemikiran pada “Surat kepada Bapak/Ibu Menteri Kabinet Indonesia Bersatu 2

  1. babipink sudah membaca surat mu, nak….
    tapi sayang menterinya bukan saya…
    jd ya begitulah….
    salut utk anda…
    semoga ada bpk2/ibu2 menteri yg membaca…

  2. ketika manusia terlahir di dunia ini,mereka tidak bisa memilih keluarga mana yang akan dia masuki……..
    andai saja mereka bisa memilih pasti akan memilih keluarga yang mapan dan itu realita yang ada.
    klo dipikir2 kaum papa bukan hanya ada dikota besar saja,cm keberadaanx yang mencolok sehingga banyak mata yang melihat,entah langsung ato lewat media massa.klo Di daerah??????
    sebenarx jga lebih banyak lagi,dan ketika mereka berteriak2 siapa yang mw mendengar?semua pada sibuk mengurus diri mereka sendiri,sebagian berbondong2 ke kota guna mendapatka sebuah keberuntungan……..
    yang lebih parah lagi,mereka tidak punya skill yang bisa dijual di sana!yaahhhhh akhirnya terciptalah kaum gelandangan,dsb..
    ag cm bisa berharap pada pemerintah agar lebih memperhatikan mereka,dengan hanya memberi ikan tp beri juga mereka pancingx!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s