Diujung Lidah


PRANG! Kesunyian di rumah itu pecah berkeping-keping. Aku berlari sekencang-kencangnya, “harus pergi” adalah satu-satunya perintah yang menyala di dalam kepalaku. Jantungku berdegup begitu cepat. Memacu kaki-kaki kecilku melesat melawan angin.

“TANIA! Tunggu!” tapi aku tak bisa menunggu. ketakutan telah mengejar menguasai diriku. Aku tak berani menunggu.

“AWAS…!” tubuhku tiba-tiba terlempar.

“BRAK!”

Aww… sakit berlarian dalam diriku.

bayangan ibuku samar-samar terlihat “mama…” dan semua mejadi gelap.

dan.. itu lah terakhir kali aku melihat ibuku.

——————————

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s