Subhan’Allah


Nikmat banget menyaksikan reaksi orang2 yg bertanya

“naik apa kalian kesini (Baca: Sawarna)”

naik angkot.

“berdua doang?”

he-eh.

responnya: “Subhan’Allah”/”wow”/”hah?! serius?”

***

hahaha… gw tahu itu reaksi2 spontannya mereka, yg mungkin hanya demi basa-basi… tapi itu pujian tertinggi bagi gw… “Glorious is Allah.” hehehe…. it was a dream come true. seseorang bisa terkesan dan memuliakan Tuhan karena perbuatan gw. rasanya… kaya jadi matahari terbit. (^^).

Sawarna's Sunset

Respon2 itu gw dapet di Sawarna kemarin. Yup… gw dan seorang sahabat seperjalanan gw, memanfaatkan libur Idul Adha kemarin untuk bacpacking ke sawarna. Kami pergi berdua. Sudah sering seh pergi ke daerah sukabumi berduaan sama sahabat gw itu. tapi baru kali ini… kami memutuskan untuk menginap dan pergi ke tempat yang cukup jauh dengan angkot. biasanya kami hanya pergi ke tempat-tempat yang dekat dan bisa ditempuh PP dalam sehari.

Tapi kali ini beda. Kami ingin liburan. teman2 kami yang biasa menemani dan pergi bareng, tidak bisa diganggu gugat sehubungan dengan pekerjaan. Pacar kami… well… mereka beda pulau. jadi juga tidak bisa menemani. akhirnya karena kami tetap teguh ingin liburan maka kami memutuskan untuk pergi berdua saja. Kami memilih Sawarna sebagai tujuan kami kali ini.

Sawarna adalah sebuah desa wisata pantai yang terletak di banten selatan. sekitar 2 jam perjalanan dari pelabuhan ratu. Pantai ini cukup terkenal dikalangan para surfer internasional.  Banyak orang menganggapnya sebagai salah satu hidden paradise-nya Indonesia. Dan gw rasa pujian ini tidak berlebihan. karena memang demikian keadaannya. nanti akan gw bahas terpisah soal keindahannya. (^^)

Untuk kali ini, gw mau merayakan dulu keberhasilan gw dan temen gw, Ai, menjadi backpacker. (^^). bahkan teman2 indonesia backpacker yang kami temui di Sawarna, menganggap kami backpacker sejati karena kenekadan kami pergi berdua naik angkot. hehehehe. Bangga rasanya…

YUP! akhirnya kami berhasil juga tiba di sawarna. hanya berdua. naik angkot. (^^).

***

kami mulai mengumpulkan semua informasi tentang perjalanan dan cara mencapai sawarna, kurang lebih 1,5 minggu setelah pilihan berlibur kami jatuh ke tempat ini. Kami bertanya ke om google dan seperti biasa dia selalu bisa memberikan jawaban yang sangat lengkap dan memuaskan. Kami mengumpulkan catper2 mengenai Sawarna, dan memutuskan untuk mengikuti rute: Jakarta-Bogor-Pelabuhan Ratu-Bayah-Sawarna. Berbekal dari catper yang kami temukan di Kaskus, kami pun menyusun rencana perjalanan dan mewujudkannya hari jumat kemarin.

Perjalanan cukup melelahkan, namun berjalan sesuai rencana. beberapa hal sedikit meleset, tetapi masih dekat dengan perkiraan kami. berikut rincian perjalanan yang kami tempuh:

Jum’at, 27 November 2009

Kami bertemu di Halte UKI, Cawang pukul 07.00.

08.00

karena hari ini Idul Adha, bus yang biasa kami tumpangi untuk sampai ke Bogor ternyata tidak ada. Sebagai gantinya ada mobil panther/daihatsi zebra sebagai angkutan umum ilegal, yang mengantarkan penumpang yang ingin menuju Ciawi/Bogor. satu mobil bisa memuat 10 orang. agak berdesakkan, namun kami tidak punya pilihan lain. maka kami naik angkot itu menuju terminal Baranangsiang Bogor. Biaya per penumpang: Rp. 10.000,-

08.40 – 09.40

Kami tiba di terminal Bogor. disana ternyata tidak ada bus menuju pelabuhan ratu. Setelah bertanya, kami menjadi tahu bahwa bus menuju Pelabuhan Ratu biasa nge-tem di belakang. Namun pada pagi itu, tak terlihat satupun bus MGI Bogor-pelabuhan ratu ada di terminal. Nampaknya banyak penumpang yang juga sedang menunggu bus ini. sambil duduk menunggu, gw dan ai mencoba mencari info. ternyata sudah dari semalam tidak ada bus menuju pelabuhan ratu. para penumpang ada yang menunggu dari jam 7 pagi, tapi sampai jam 9an, tidak ada 1 bus pun yang lewat. sepertinya karena Idul adha, bus MGI tidak berotasi. Kami memutuskan untuk menunggu sampai jam 12. Untung akhirnya bus tersebut datang dan langsung disesaki penumpang. Kami berhasil naik, namun tidak kebagian tempat duduk. jadi kami berdiri selama perjalanan. (>.<). Tarifnya Rp 25.000,-/org

13.50

Tiba juga kami di terminal Pelabuhan Ratu. lelah sekali… berdiri sepanjang perjalanan. hehehe. tapi belum seberapa dibanding perjalanan kereta Progo. Sampai terminal kami nyari elf jurusan Bayah. tidak susah menemukannya. Setelah ngobrol dengan supir elf, kami disarankan turun di pertigaan ciawi, jadi tidak usah sampai ke bayah untuk menuju sawarna. dari pertigaan itu kami bisa lanjut naik ojek. lebih murah, katanya. Maka kami makan siang dulu di terminal, baru kemudian dipanggil supir elf karena sudah mau berangkat. elfnya langsung penuh dan sempit berdesakkan ternyata. (>,<).  Tarifnya RP. 20.000,-/ org. elf melaju dengan kelebihan muatan melewati jalan menanjak dan berliku. namun pemandangan pelabuhan ratu menemani. (^^). keren bgt. makin cinta indonesia deh pokonya.

16.00

kami diturunkan supir elf di persimpangan Ciawi. dan langsung disambut oleh Tukang ojek. mereka meminta tarif 25.000/ org. tentu saja kami menolak. karena dari catper kami tahu tarifnya Rp. 10.000,- s/d Rp. 20.000,-. Kami tidak mau berangkat dengan tarif 25ribu. saat itu gerimis mulai turun. kami akhirnya menaikkan tawaran dari 10rb/ org menjadi 35rb berdua. mereka menolak. yaudah, maka kami adu keras disana. sambil menunggu hujan. akhirnya kedua tukang ojek menyerah dan menerima deal 35ribu berdua sampai dengan sawarna. (^^). masih agak mahal seh. dari bayah seharusnya bisa 10 rb / org dan lebih dekat. tapi sampai akhir, kami tidak pernah menginjakkan kaki di terminal bayah. jadi tidak tahu kebenarannya.

16.48

Kami tiba di depan jembatan gantung Tanjung Layar. (^^). YEY!!! kami berhasil tiba di sawarna. hehehe. dr situ kami berjalan kaki menuju Homestay Widi, tempat kami akan tinggal sampai dengan hari Minggu.

Total pengeluaran untuk angkot Bogor s/d Sawarna: Rp. 72.500
***

Nah sekian rincian perjalanannya. soal cerita2 lainnya mengenai sawarna… akan gw posting berikutnya. nantikan yah! banyak yang bisa gw share. dan sudah tidak sabar untuk membagi. sementara ini dulu. semoga bermanfaat.



Iklan

7 pemikiran pada “Subhan’Allah

  1. hehe.. ga jauh beda ma reaksi org2 waktu kmrn ke Ujung Genteng sendirian. Kaget,, g percaya,, tp ada 1 yg beda. Bukannya pada bilang Subhanallah atau Masya Allah, tp mereka mlh pada bilang: “GILA” 🙂
    Btw, nice post.. ditunggu cerita selanjutnya. Ada rencana ke Sawarna jg ni..

  2. It’s really WOW .. girl…
    bukan basa basi…

    bener bener WOW buat kalian bedua…..

    nice CatPer…
    akan di gunakan ntar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s