The Black Sand at the end of Pink February(1)


Jeremy: “I’m sitting on one of the most active Volcano in the world”

Fiee: “Yes, we are.”

***

Yep! Krakatau adalah salah satu gunung berapi yang terbilang aktif di dunia. And Indonesia OWNED IT! (^^). That’s another reason to love  Indonesia, huh? hahaha… kalo lagi ga meletus seh cinta…. tapi klo lagi “kumat” dan minta korban… hemmm…. gimana yah? jadi mau jual aja ah. (”p). hehehehe… tapi tenang, kawan. Letusan Gunung Krakatau memang pernah dahsyat banget sampai menimbulkan ribuan korban jiwa. but It WAS long time ago. dan sekarang meski sering terjadi letusan-letusan kecil, gunung berapi ini terbilang jinak. Buktinya:

Menurut Profesor Ueda Nakayama salah seorang ahli gunung api berkebangsaan Jepang, Anak Krakatau masih relatif aman meski aktif dan sering ada letusan kecil, hanya ada saat-saat tertentu para turis dilarang mendekati kawasan ini karena bahaya lava pijar yang dimuntahkan gunung api ini. Para pakar lain menyatakan tidak ada teori yang masuk akal tentang Anak Krakatau yang akan kembali meletus. Kalaupun ada minimal 3 abad lagi atau sesudah 2325 M. Namun yang jelas, angka korban yang ditimbulkan lebih dahsyat dari letusan sebelumnya. (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Krakatau).

So, yeahh…. Be Proud Indonesian! since Krakatau is part of our islands.

dan… di akhir februari ini, thanks to temen2 Indonesia Blackpacker, gw punya kesempatan untuk menginjakkan kaki di pasir hitamnya Krakatau. (>,<)

***

Kamis, 25.02.2010

Wisma Korindo – Merak – Selat Sunda – Bakaheuni.

Akhirnya tanggal dan jam yang sudah ditunggu tiba juga. Sekitar Jam 12 lewat, kami tim Independence, salah satu dr dua tim “Exploring Krakatau” B(l)acpacker Indonesia berangkat dari Wisma Korindo. Setelah perkenalan dan packing muatan ke mobil2 yang tersedia (yg btw kata mba yuni bawaanya diluar perkiraan saking penuhnya), konvoy pun dimulai. Landie memimpin taft dan avanza; dan sukses kebablasan melewati jalan masuk tol merak. Avanza ganti memimpin Landie dan taft, sampai gerbang masuk tol merak. dan perjalanan panjang pun dimulai.

Setelah hampir 2,5 jam perjalanan, tiba juga kami di Pelabuhan Merak. waktu itu sekitar pukul 3 dini hari. Avanza yang mengantar kami akan pulang, maka kamipun mengatur kembali formasi. bebrapa terpaksa turun dan berjalan masuk pelabuhan melalui jalan pejalan kaki. sedangkan Landie dan Taft tetap melenggang. Suasana pelabuhan terlihat ramai. (^^). gak nyangka juga, dini hari begini masih ramai aja neh pelabuhan. ini untuk kedua kalinya gw menyebrang Merak-Bakaheuni. dulu waktu jaman gw sd, gw sekeluarga juga pernah jalan-jalan ke Lampung. tapi jujur aja, gw ga ingat banyak soal perjalanan bersama keluarga itu. jadi gw masih cukup amaze dan tertarik memperhatikan lalu lalangnya pelabuhan Merak dini hari.

@ Kapal Ferry merak-bakaheuni

Kendaraan pribadi, truck dan motor mengantri bersama untuk dapat masuk ke dalam ferry. Besar juga ferrynya. ada 2  tingkat lapangan parkir yang bisa digunakan untuk mermakir kendaraan. Setelah kendaraan terpakir rapih, kamipun serombongan naik menuju kabin penumpang. sambil menunggu ferry berangkat, kami berkumpul menikmati angin malam dan temaram pelabuhan Merak. Namun setelah beberapa lama, rasanya tidak tahan juga menahan kantuk dan dingin yang menyerang. Maka kami pun beranjak menuju Ruang duduk penumpang yang harusnya bayar (”p). kami mencari tempat untuk tidur dan beristirahat. Seperti layaknya Backpacker kami pun mencoba tidur dengan gaya-lesehan-dimanapun-ada-sedikit-ruang-untuk-berbaring. (>,<).

Sebelum tertidur pulas (>,<)

Mungkin karena lelah dan kantuk tak tertahankan maka ketika cleaning service man kapal membangunkan kami dengan teriakkan “bangun-bangun… bakaheuni,” kami cukup terkejut dengan penampakkan langit kemerahan. (^^). Waaa… sudah dekat rupanya. di kiri dan kanan jendela terlihat pulau-pulau kecil menyambut kami. maka kami pun meninggalkan ruang duduk penumpang yang sudah lenggang.

Bangunan Megah bertuliskan Lampung terpampang di pelupuk mata dan sejauh mata memandang Hijaunya pulau, birunya laut, jingganya mentari berbaur harmonis. Angin semilir beriring debur ombak menghapus butir rindu pada alam. Di sela rambut dia membelai dan membasuh bersih kantukku. Ah… Aku terbangun untuk memimpikan kembali semua ini suatu hari nanti, dengan rindu memerih…

***

Will continue the story later. (^^).

Gud nite.


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s