dua puluh lima di seribu lima, dua ribu sepuluh


Make a wish...

***

Dua puluh lima tahun yang lalu, seorang Monica Wibowo terlahir ke dunia. Pekik tangisnya memecah kegelapan malam, keasingan menyambut dengan senyum dan tangan terbuka. Selamat datang di dunia, bayi mungil.

***

Aku baru satu hari saja menyandang umur dua puluh lima tahun. Kemarin, tepat di tahun ke dua puluh limaku, seorang teman mengirim pesan singkat demikian kepadaku: “But hey, 4 serious sake, ga ada yang salah dengan 25. In fact, it’s great! *at least for me* ga usah pake acara kena sindrom ga mau nyebut umur. In fact, y shud be proud of it. I am “.  He is. And I am, now. (^^).

Dua puluh lima, memang angka yang cukup besar dan banyak. Apalagi jika ditambah nama belakang “tahun”, angka itu akan menunjukkan kebesaran yang berlipat ganda untuk waktu yang telah berlalu. Dan semakin besar angka itu, segala kejadian yang “pernah” dialami pun akan terus bertambah.

Suatu hari di angkutan kota, aku pernah merasa tua, hanya karena satu kalimat ini muncul di pikiranku “Ah , aku pernah mengalami ini”. Saat itu aku sadar sekelilingku bukan lagi keasingan, aku telah mengetahui, terlalu tahu bahkan. Serta merta aku ketakutan, aku takut akan mati bosan dalam kehidupanku. Gelagapan aku mencari “keasingan” yang dulu menyambutku dengan senyum dan tangan terbuka. Aku tidak mau mati karena bosan. Aku tidak mau sudah menjadi terlalu banyak tahu. Aku ingin selalu lapar dan haus akan pengetahuan.(>,<). Layaknya anak kecil.

Kejutan. Aku menyukai kejutan. Meski tidak setiap saat jua aku menyukainya. Ada kalanya aku membencinya. Tapi hadirnya dalam hidupku lah yang mewarnai jalan-jalanku. Dia membantuku mencari jejak-jejak cintaNya yang tercecer di kedalaman hatimu, kawan. Dan Keasingan lha yang menyeretku untuk bertanya dan menggali segala rahasia dunia. Dia sumber lapar dan hausku.

***

O well… hahaha… mari tidak terlalu serius dengan semua ini. rasa-rasanya gw ga nyaman lagi dengan gaya bahasa yang seperti di atas. mari kita lebih santai dan ngalir. Seperti yang quote ini bilang: “Hidup jangan terlalu serius karena tak seorangpun bisa melewatinya hidup-hidup”(Urban Therapy – When designers playing in their city). Kalo ga salah ingat, gw pungut quote ini dari blognya Irwan Ahmett atau dari dgi-indonesia.com. yah… seputar dua itu lha. (^^). I love that quote!

Hahaha… well… gw cuma mau berterima kasih untuk semua yang sudah, telah, sedang dan akan menemani gw bermain-main. (^^). It was a blast Birthday this year.  Terima kasih buat segala doa dan harapannya. Semoga Tuhan mendengarkan doa-doa kalian. Terima kasih sudah ikut merayakan dua puluh lima tahun gw di dunia. dan terakhir Terima kasih untuk tentu saja, Tuhan yang dengan ijinNya gw bisa mengecap kehidupan selama ini.

Sedikit cerita, hehehe… tahun ini gw berbahagia banget boleh niup lilin 3 kali (mudah2an itu ga berpengaruh ke umur gw). Gw Dapet kue 3, bow, tahun ini. hahaha. Untung bukan rosario dan doa untuk jadi biarawati (lagi). 3 sweet and square chocolate cakes. 1 from my lovely boyfriend.(thank u dear). 1 from my best friends ever (You guys are the best, indeed). and  1 from my new colleagues. (thanks much guys, and also for totok, thanks for sharing the cake. (”p)>).  So really, it was another precious unforgettable moment. (^^). 3 Kue coklat yang bener-bener dibutuhkan untuk menghibur seorang gadis yang baru menginjak umur 25. (^^)>. hahaha… dan gw rasa pesanNya cukup jelas. Makan yang banyak biar gendut. (>,<). hehehe. I love you all. And I love You much Lord, for sending me these messages through the wonderful kind angels.

You do spoil me much. (^^). I’m such a lucky girl.

***

Q: Why do you blow out candles on a birthday cake?

A: You blow out candles on a birthday cake because, before you blow them out, you make a wish, and if you blow them all out in one try, your wish comes true. I’ve had experience!

(sumber: WikiAnswers)

***

So let’s play harder!!!

Dan tebarkan ceria dan cintamu ke segala penjuru.


Iklan

6 pemikiran pada “dua puluh lima di seribu lima, dua ribu sepuluh

  1. Cici Monciillll…
    Senengnya baca tulisan mu..Trnyta umur 25 benern ga perlu dtakuti yak..Kadang gw jg gt lo soale..hehehe..

    Yawes, Kapan2 kita play bareng2 yah…hehehe..
    Have a wonderful life always..;D

  2. mon..hepi bday..ha3..g lupa ngucapin kmaren..maap yah..
    lewat blog aj..

    Semoga tambah dewasa yah..emm.no.u’re mature indeed..semoga tambah berkembang dalam segala hal n do what u believe..Gbu..

    *oh iya..entah knapa g ktemu blog lo..kayanya pas nyari2 halte uki-sawarna..ternyata blog lo rank 1 loh..tanya di google deeh..ha3..

    1. hehehe… iya thanks ya rannn… (^^). wow! dah lama ga ketemu lo… kangen juga. gmn kbr?

      *iya.. emang diantara postingan2 gw… sawarna sm snorkeling itu yang paling sering bikin org nyasar ke blog gw (^^)

  3. thx moniq udah share,,, gw termasuk org yg males inget umur sblm baca postingan elo yg ini…ahahha
    btw, tp gw tetep ga pernah niup lilin lho,,,, soale klo buat gw, ngebiarin lilin itu terus menyala artinya biar hidup gw terus menyala dan bersinar…hihihi… well, after all semua boleh punya pendapat masing2 kok.. so, it’s up to you… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s