CIN(t)A IndONEsia


” Cin,… blablabla…”

Beberapa hari yang lalu, saya menerima sebuah sms itu di ponsel. Terkejut, saya membacanya . Rasa-rasanya baru kali itu dia memanggil saya “Cin”, kami memang lumayan akrab, dan saya tahu persis bahwa tidak ada maksud apa-apa dibalik panggilan “cin” itu. Saya pun membalas dia, menanyakan sejak kapan dia memanggil saya “cin” dan apa arti “cin”. “kan lo cina”, semudah itu dia menjawab. ouch, tak tahu dia bahwa itu adalah cubitan kecil di hati saya. (>,<).

Entahlah… saya tahu dia memanggil saya “cin” karena saya adalah seorang Indonesia keturunan cina, dan saya juga paham bahwa dia memanggil saya semata kelakar. Mungkin ini hanya perasaan saya yang sensi atau apalah. Tapi serta merta hati ini berteriak “gw Indonesia, bukan cina”. (-.- !). Casing seh boleh mata sipit, tapi darah, hati dan jiwa sepenuhnya Indonesia. well…mungkin ada juga seh darah cina sedikit klo menyangkut uang. (”p).

Tapi Saya Cin(t)a Indonesia. sangat.

Saya ingin berpanjang lebar menceritakan kecintaan saya terhadap Indonesia. tapi detik setelah saya selesai menulis sebaris kalimat diatas, detik itu pula kata-kata hilang dalam-dalam. Saya hanya termenung menatap kata per kata dan merasakan jutaan rasa yang tak terkatakan.  Saya sudah menunggu satu hari, menunggu kata-kata cinta memuja itu mengalir. Nyatanya hingga akhirnya tulisan ini saya lanjutkan, kata-kata itu tidak juga muncul ke permukaan. Mungkin cinta saya sudah sangat amat terlalu dalam sehingga sulit bagi aksara untuk mencuat kembali ke permukaan. (”p).

Tapi lagi… membaca jurnal2 petualang ACI (Aku Cinta Indonesia), saya tahu… betapa mendidihnya hati ini ingin ikut serta membanggakan Indonesia. Terlebih mengingat salah satu kawan saya, Harry Kawanda, yang saat ini sedang memanjakan mata dan jiwa petualangnya di Maluku sana. Saya teringat beberapa paragraf aksara pernah saya tulis dalam rangka pendaftaran program ACI ini. Atas kekeliruan saya, saya hampir membuat esai sejumlah 500 kata untuk menjawab  pertanyaan “Alasan kenapa Anda harus keliling Indonesia gratis?”. Padahal perintahnya adalah 500 karakter.

Jadi inilah secuplikan cinta saya untuk Indonesia.

 

***

Alasan kenapa Anda harus keliling Indonesia gratis

 

Saya HARUS keliling Indonesia GRATIS, karena saya sangat cinttaaa Indonesia. Dan Sebelum saya berkeliling dunia, saya sudah harus, kudu, musti dan sepantasnya keliling Indonesia. Indonesia  bagi saya adalah tanah air dan ibu pertiwi yang sangat cantik. Indonesia sudak selayak dan sepantasnya dipuja banyak bangsa. Dengan berkeliling Indonesia, saya dapat  menyentuh dan menjelajah keunikan alam dan budayanya hingga relung terdalam. Dan saya akan mendapatkan lebih banyak lagi alasan untuk memuja dan mencintai Indonesia, tanah air saya. Tempat yang dipilihkan Tuhan untuk saya hidup.

Banyak wisatawan asing yang datang ke Indonesia, justru mampu melihat surga bahkan memanfaatkan kecantikkan Indonesia untuk kesejahteraannya sendiri. Sedangkan kita,masyarakat Indonesia sendiri  kadang-kadang malah melihat neraka di tanah ini. Saya tahu, saya mampu menceritakan surga Indonesia ke semakin banyak orang. Tapi tentu saja, saya tidak ingin kecantikkan yang telah diketahui ini kemudian diperkosa secara massal. Karena  itu saya ingin memperkenalkan kelembutan, kejenakaan, keramahan, kebaikkan, kemarahan, kekuatan, keberingasan, kebijaksanaan dan sifat-sifat lain dari Indonesia yang belum saya ketahui. Tidak melulu memuja kecantikkannya. Dan untuk bisa memperkenalkan itu semua, saya sendiri harus terlebih dahulu mengenal dan mendalaminya. Saya yakin banyak orang mampu dan mudah melihat kecantikkan Indonesia tapi sedikit saja yang bisa melihat hal yang lebih dalam dibalik kecantikkannya.

Bahwa dibalik senyum matahari timur terdapat sapaan dan doa untuk anak-anakNya. Bahwa dibalik hujan yang bertalu-talu ada panggilan rinduNya. Bahwa dibalik gejolak tanahNya ada semangat untuk berubah.  Indonesia terlalu cantik untuk dilewatkan. Dan Hidup terlalu singkat untuk dilewatkan tanpa mencoba cinta Indonesia. (^^).

Saya tidak bangga jika sudah berkeliling dunia namun belum pernah menjelajah Indonesia. Saya ingin menjelajah tanah tempat saya lahir ini hingga ke setiap sudutnya. Setiap ruangnya ingin saya diami. Saya ingin tidur di setiap jengkal atapnya.  Saya ingin meringkuk dan bermanja di kehangatan dan dingin hatinya. Hingga suatu hari nanti, saya akan siap menjelajah dunia lain, akan saya koarkan betapa bangganya saya lahir di tanah Indonesia.

Itulah saya harus keliling Indonesia. GRATIS! (^^)/.  Saya muak bangsa lain memperkosa Indonesia yang cantik ini. Dan saya berharap saya dapat menyadarkan lebih banyak orang Indonesia tentang surga, yang menjadi tanah air kita. Saya ingin mengalirkan cinta Indonesia kesetiap relung hati penghuninya.

***

Aku CIN(t)A IndONEsia

Saya memang tidak terpilih menjadi petualang program ACI. Tapi dengan atau tanpa ACI, cinta saya untuk IndONEsia tidak berkurang sedikitpun. Harry Kawanda, “You know how much I envy you. Gw gak kalah cinta Indonesia dari lo. Lo punya kesempatan, jadi gunakan sebaik mungkin yah! Salam manis dan cinta untuk Indonesia.”

***

Tanah Airku

Karangan / Ciptaan : Ibu Sud

Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai

Walaupun banyak negri kujalani
Yang masyhur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah kurasa senang
Tanahku tak kulupakan
Engkau kubanggakan

***

 

Iklan

5 pemikiran pada “CIN(t)A IndONEsia

  1. im so proud of you, monicaaaaa!!!!
    yeah, same here! saya juga ingin sekali keliling indonesia.. keliling tanah air kita sendiri… ingin, ingin, dan ingin… sangat!

    negeri kita boleh kalah maju dr negeri orang…
    tapi jangan salah… masih banyak hal lain yg membuat negeri kita ‘lebih, lebih, dan lebih’ dari negeri yg lain..

    negeri kita ga kalah cantik kok sama negeri orang!

    that’s why… ingin sekali melihat langsung hal itu supaya kita jg bs membaginya untuk orang lain…

    moniq, lagu ibu sud bener2 bikin merinding…
    terharu bener dah gw…
    emang bener kata ibu sud…

    “Tanah airku tidak kulupakan
    Kan terkenang selama hidupku..”

    PS. semoga kita bisa mewujudkan impian kita! GBUs… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s