KETIKa Hidup (lagi2) Dipertanyakan.


” Tetapi Carilah Dahulu Kerajaan Allah dan keBENARannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”

(Mat 6 : 25-34)

***

Berawal dari sebuah tawaran pekerjaan. Pekerjaan yang pada akhirnya selalu membuat saya mempertanyakan hidup saya. Beberapa minggu terakhir saya dipaksa (lagi2) mempertanyakan makna pekerjaan yang selama ini saya geluti. Mempertanyakan segala yang disebut bang Andy sebagai “lentera jiwa”.

Memikirkan dan merenungkan baik-baik perjalanan hidup, membawa saya ke pertanyaan awal “apa tujuan hidup saya?”  Dan seperti biasanya, saya selalu kelabakkan menjawab pertanyaan itu. Saya (lagi2) bergelut dengan keinginan untuk hidup, keinginan untuk bermakna, keinginan untuk bahagia, keinginan untuk bisa bersyukur, keinginan untuk mencintaiNya, keinginan untuk berani menjalani kebenaran, keinginan untuk mampu berbagi dan keinginan untuk selalu jujur. o ya…semua itu tidak pernah mudah bagi saya.

Pertanyaan besar itu selalu muncul, manakala saya melihat kesempatan untuk berkarya. Hanya saja setiap kali itu dipertanyakan, diri ini tanpa saya sadari ternyata semakin lama malah semakin baik dalam menjawabNya. Dari yang “tidak tahu”, “mungkin ini tujuan hidup saya”, “bisa jadi ini tujuan hidup saya” sampai nanti akhirnya saya bisa dengan yakin menjawab “baiklah ini dia tujuan hidup yang ingin saya pilih”. (^^).

Prosesnya panjang. sangat panjang. Tapi saya terbantukan dengan beberapa kegiatan Ignatian yang saya ikuti. ya, tidak satu tapi tiga, bahkan hampir 4. Sebegitu haus dan laparnyalah saya akan jawabanNya. sampai-sampai diri ini tidak pernah puas. Sampai akhirnya seminggu kemarin ketika saya mengambil jarak dari seluruh proses ini, segalanya menjadi sedikit terang.

Saya beruntung, saya sempat merekam segala yang terasa berat dan ringan. Saya punya kebiasaan menulis… Tulisan-tulisan saya inilah yang kemudian memudahkan saya melihat dan menemukan jawaban dari pertanyaanNya. Maka itulah, saya terdorong lagi untuk menuliskan proses ini. Terutama untuk saya di masa depan nanti, ketika diri ini (lagi2) mempertanyakan hidup yang telah dianugrahkanNya.

Tulisan-tulisan itu mengingatkan saya akan beberapa langkah kecil yang saya ambil dalam pencarian panjang saya. ada banyak hal, kejadian, orang, dan lain-lain yang membuat saya terus melangkah dan mencari impian saya. Tiga tahun yang lalu saya menuliskan 10 daftar hal ingin saya lakukan dalam hidup (selama saya masih produktif). dan yang berhasil saya coret hanyalah nomor satu. Itupun baru setengah karena hingga hari ini saya belum tahu apakah saya telah menjadi lulusan yang bermutu. Yang kemudian berbeda hanyalah derap langkah saya. saya tak lagi merasa kehilangan arah. Pelan tapi pasti, banyak orang dan banyak kejadian memantabkan saya untuk memilih jalan dan sampai pada tujuan yang saya yakini ingin dituju.

Tujuan hidup saya memang agak besar. Bahkan untuk orang sekecil saya. Seorang sahabat dulu pernah berkata kepada saya, ‘Moniq pikiran lo terlalu besar untuk orang sekecil lo’. Jujur saya terkejut dengan pernyataan itu. Tapi percayalah apa yang terlalu besar itu bisa menjadi beban yang menghambat gerak, jika saja saya tidak berusaha mencari pertolongan. Kelemahan saya dari dulu hanya satu. Keinginan yang terlalu banyak dan meluas. Tapi diatas segalanya saya berkeinginan untuk menjadi seseorang yang berarti bagi banyak orang. Diatas segalanya… saya selalu rindu untuk menjadi anakNya.

Pernah suatu malam ketika insomnia menjangkiti pikiran remaja saya, saya berbaring dalam keremangan. mengangkat kedua tangan saya dan menatapnya dalam-dalam. Platform rumah saya tiba2 menghilang dan langit gelap penuh bintang menyelimuti saya. Dan saat itulah saya menyadari betapa kecilnya tangan saya ini. betapa kecil dan jauhnya tangan yang ingin menggapai bintang di langit itu. moment itu… saya paham benar tangan saya terlalu kecil untuk berbuat hal besar. Maka hati ini hanya berdoa… Tuhan, pakailah kedua tangan kecil ini untuk melakukan pekerjaan tangan-Mu. Detik itu… tangan saya terasa ringan dan berat tapi tidak lagi terasa kecil. (^^)>. dan saya tahu, Tuhan sedang tersenyum… karena hati saya berdesir dan sesuatu yang saya sebut kedamaian melingkupi saya. Pertanyaan itu tidak menjadi jawaban tapi juga tidak lagi mengganggu.

Hidup saya penuh pertanyaan, ketakutan dan juga ketidakpastian. Tapi saya selalu yakin segala sesuatu yang saya cari ada padaNya. Maka hanya kepadaNya saya bertanya dan mencari demi segala yang kurang dalam hidup saya. Entah mengapa saya yakin benar bahwa tujuan hidup saya adalah Dia dan hanya Dia. Entah apa rencanaNya akan diri saya ini… saya hanya percaya bahwa Dia membentuk saya untuk satu tujuan baik yang suatu hari nanti akan berhenti saya tanyakan padaNya. Dan Dia akan tersenyum menjawab pertanyaan itu. Tapi bahkan mungkin saya tidak akan begitu peduli akan jawabNya, saya hanya peduli pada senyumNya. Maka bukan lagi tujuan hidup yang saya cari saat ini tetapi cara hidup terbaik untuk mencapai tujuan itu. (^^). Hidup masih dipertanyakan. dan akan terus saya pertanyakan. Bagaimana caranya aku dapat terus bersyukur padaMu Tuhan…? Apa  lagi yang bisa kuperbuat untuk membalas cintaMu? Apa lagi yang bisa kita kerjakan untuk dunia ini?

 

Iklan

2 pemikiran pada “KETIKa Hidup (lagi2) Dipertanyakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s