Don’t touch me, pervert!


Malam ini gw lagi2 ga bisa tidur. Satu hal yang pasti kemarahan inilah yang menahan mata gw terpejam. Sore tadi gw mendapat perlakuan tidak menyenangkan oleh seorang b*ngs*t di dalam bus yang biasa gw naikkin.  Gw marah banget pada si pelaku. Dan kemarahan inilah yang kemudian mendorong gw untuk menulis. Gw ga mau perempuan terus-terusan jadi korban pelecehan seksual. Dan gw nulis ini untuk menyimpan segala amarah  agar jika suatu kali terjadi lagi (*amit2) respon gw akan lebih mematikan si pelaku.

Kejadiannya terjadi dalam situasi bus yang agak padat dan ramai. Gw berdiri di dekat pintu, bersama segerombolan orang yang sepertinya hendak turun. Lalu di depan gw tiba2 majulah si pelaku, berdiri agak dekat dengan gw. Mulanya gw tidak begitu memperhatikan jaraknya yang agak dekat dengan gw karena situasi memang ramai, namun tiba2 jarinya mulai menjurus mengusap daerah pribadi gw. gw kaget. dan masih sempat berpikir positif bahwa itu karena goncangan bus. Namun ketika kedua kalinya tangannya terasa nakal lagi gw langsung serta merta mendorong dan mukul pundak orang tersebut sambil dengan tegas bilang “jangan kurang ajar ya!”. Gw liatin beberapa lama sambil marah luar biasa. Seketika itu gw berasa malu, dilecehkan dan marah buanget. rasanya pengen nonjok orang itu. Orang tersebut serta merta menjauh dari gw sambil bilang maaf. Maaf dari hongkong! siapa dia, berani megang2 gw!

dan sisa kemarahan gw itu masih terbawa sampai sekarang. gw sempet nangis setelah orang itu turun dari bus. Gw aga nyesel karena cuma sanggup bilang “jangan kurang ajar!” dan ngedorong dia menjauh. Di kepala gw sekarang ini terbayang berulang kali kejadian tersebut. dan di kepala gw, gw sudah memuntir tangannya, menonjok muka si pelaku, menendang tulang keringnya, nyikut hidungnya, dll. Rasanya gw pengen buktiin kekuatan amarah seorang perempuan.

Dan FYI, saat itu baju gw ga ada sedikit pun yang keliatan “terbuka” dan walau sempat menyalahkan diri yang ga waspada, diatas segalanya gw cukup bangga bahwa setidaknya gw berani bertindak tegas terhadap pelaku (walopun berasa kurang menyakiti). So berangkat dari kejadian itu gw pun mengumpulkan informasi seputar pelecehan seksual. Yup, insomnia gw ini, membuat gw belajar memahami, mengevaluasi dan mengenal pelecehan seksual yang rentan diterima oleh wanita.

Dan gw ogah banget memposisikan diri menjadi korban tidak berdaya yang rela menerima perlakuan tidak sopan itu. Maka gw buang segala rasa malu, tangisan gw ga pantas untuk orang hina semacam dia. Dan  Gw ga selemah itu sampai ga bisa membela dan mempertahankan diri gw sendiri. Dan ini yang paling penting, bagi perempuan terutama, kita harus belajar berani mempertahankan diri dari segala bentuk perlakuan yang membuat kita tidak nyaman. ketahuilah bahwa pelecehan seksual bisa terjadi dimana saja dan kapan saja dan bukan hanya karena gaya berpakaian kita yang agak terbuka.

Berikut ini beberapa artikel yang gw temukan berkat kepiawaian om google terkait pelecehan seksual. semoga berguna (IMHO artikel2 ini berguna buat gw untuk lebih baik di hari esok dalam menghadapai kasus serupa).Perempuan ayo bersama belajar membela diri, kita punya hak untuk diperlakukan dengan hormat.

menghadapi-pelecehan-seksual

DIALOG PUBLIK “STOP PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN”

pelecehan-seksual-di-sekitar-kampus

menghadapi-pelecehan

Pelecehan Seksual Pemulihan

Well, sebenarnya gw cukup kaget juga akan reaksi gw yang mampu melawan si pelaku. Jujur, gw termasuk perempuan yang selama ini kurang bisa bersikap tegas, tapi ntah dapat kekuatan darimana, ini untuk kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir gw punya keberanian untuk bisa bersikap tegas dan membela diri gw. (^^)>. dan somehow pengalaman itu memberi gw kekuatan dan meneguhkan gw bahwa gw bukanlah perempuan yang hanya bisa diam saat diperlakukan seenaknya. Selama ini gw selalu kagum sama temen2 perempuan gw yang lain yang bisa dengan berani menyatakan sikap dan ketegasan, suatu hal yang diam-diam selalu gw rindukan. Tapi ternyata kekuatan bertahan / ‘defense’ dari dalam yang ntah darimana asalnya itu sekonyong-konyong membuat gw lebih percaya pada diri sendiri.

Kalo mau ngambil hikmahnya, pengalaman ini jelas membuktikan bahwa gw cukup kuat untuk membela diri gw. (^^)>. semoga gw bisa semakin banyak punya pengalaman membela diri ini agar suatu hari nanti tidak hanya gw bisa berani membela hak gw, tetapi juga berani membela hak orang2 lain.

Eniwei back to topic. pelecehan seksual bisa dan harus kita lawan. Jangan mau lagi jadi korban. Stand out for yourself, ladies! Jangan takut! dan FYI pelaku yang punya kecenderungan melecehkan pada dasarnya adalah :

Peleceh tidak mempunyai rasa percaya diri yang tinggi dan rasa aman pada dirinya (sense of security) yang kurang, sehingga harus menjatuhkan orang lain untuk merasa baik akan dirinya sendiri.
Kehidupan personalnya kurang memuaskan dan hubungan interpersonal dengan orang lain tidak begitu baik.
Mempunyai kemarahan mendalam secara psikologis.
Keinginan menunjukkan kekuasaan dan kontrol.
Pernah dilecehkan atau mengalami sexual abuse sewaktu kecil.
Merupakan bentuk excitement tersendiri bagi mereka.
Dibesarkan dalam keluarga yang disfungsional (=dimana setiap anggota keluarga tidak menjalankan fungsi dan peran mereka dalam keluarga sebagaimana layaknya keluarga yang harmonis)
Perilaku ini adalah sesuatu yang dipelajari (learned behaviour)
Tidak mampu membedakan antara lelucon, bercanda dengan pelecehan. Mereka kira mereka hanya bercanda.
Umumnya mereka memiliki kendali fisik, mental, emosional dan spiritual yang rendah.
Dipelajari melalui media massa (televisi, radio, koran, majalah, dll) dan pemerintah serta lingkungan sekitar.
Merangsang peleceh secara seksual
Pemahaman moral dan etika yang dangkal
Patologis klinis (atau gangguan kejiwaan) dimana mereka tidak dapat menghentikan impuls atau dorongan untuk menjatuhkan orang lain lewat pelecehan.

Dan dengan bertindak kita serta merta memberikan pelajaran kepada mereka. Walaupun pada mulanya sulit sekali bagi gw untuk memaafkan dan menolerir perbuatan si pelaku, setelah riset kecil ini… dan mengetahui dasar2 psikologinya… somehow… gw bisa melepaskan kemarahan gw dan mengasihani mereka. Poor you, Pervert! May God Bales You.

Iklan

Satu pemikiran pada “Don’t touch me, pervert!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s