Ku terdampar…


Padang hijau, di balik gunung yang tinggi
Berhiaskan pelangi, setelah hujan pergi
Ku terdampar, di tempat seindah ini
Seperti hati sedang, sedang jatuh cinta

Ku bahagia merasakannya
Andaikan aku bisa di sini selamanya
Tuk menikmatinya

***

Somehow…sewaktu saya sedang berusaha bekerja di kantor, sebait nyanyian ini mengalun di radio dan seketika saya terusik dengan liriknya. Maka saya pun terahlikan dari tanggung jawab dan mulai mendengarkan dengan seksama apa yang sedang dinyanyikan band ini. Jari-jari saya pun spontan menekan tombol ctrl+t di jendela google chrome dan menyalin apa yang telinga saya tangkap ke ruang mengetik pencarian. Tombol enter, membukakan saya sederet informasi mengenai lirik lengkap dan penyanyi dari lagu tersebut. Rupanya BIP adalah group band yang menyanyikannya. Dan lirik lengkapnya langsung saya copas untuk teman-teman perjalanan saya kemarin. (^^).

Kemarin, saya  dan tiga orang teman akrab, baru saja melewatkan dua hari dari waktu kami di Gunung Papandayan. It was a blast. Dan lagu dari BIP ini dengan sempurna menyatakan rasa-rasa yang muncul tatkala saya dan teman saya, Jeremy, pertama kali menginjakkan kaki di Tegal Alun. Mata ini membuka lebar, mulut ini berteriak spontan dan hati ini jatuh tanpa diminta. Apa ini???

***

Padang hijau, di balik gunung yang tinggi
Berhiaskan pelangi, setelah hujan pergi
Ku terdampar, di tempat seindah ini
Seperti hati sedang, sedang jatuh cinta

(^^) ya… sepertinya aku  jatuh cinta (lagi) pada keindahanNya. Segala kenapa yang terlontar dan terlempar dalam setiap langkah-langkah kecil pendakian kemarin terjawab dalam keheninganNya.  Beban di pundak, nyeri di lutut, peluh di kulit, sesak di dada, susah di hati, gerutu di kepala… tidak lagi mempertanyakan dan menuntut. Untuk apa aku menanggung semua itu?… Untuk ini. Untuk semua ini.

Ku bahagia merasakannya
Andaikan aku bisa di sini selamanya
Tuk menikmatinya

Sungai mengalir, sebebas aku berpikir
Hembusan angin dingin, membawa aku berlari
Mensyukuri, semua yang telah Kau beri
Hati yang rapuh ini, Kau kuatkan lagi

Ku bahagia merasakannya
Andaikan aku bisa di sini selamanya
Tuk menikmatinya

Untuk semua ini…

Ya, aku mencariNya di segala penjuru dan di tempat semacam inilah aku selalu mudah menemukan HatiNya yang tersembunyi. Aku ingat ini bukan pertama kalinya aku jatuh cinta. Aku ingat persis segala rasa yang tertoreh di hatiku manakala aku menjelajah dan menemukanNya di ketinggian ataupun kedalaman. Aku menggilai rasa-rasa itu. CanduNya membuatku sakit dan melekat. Tapi aku tak ingin sembuh. Inilah sakit yang paling berani kutanggung tanpa perlu ditawar.

Demi sejam-dua cintaNya akan kulangkahkan kaki-kaki ini dan kukuatkan segala lemahku. Asalkan Dia ada dan terasa lagi di hatiku, asalkan aku bisa kembali mengucap syukur dan membuat hidupku kembali bermakna…  Aku tak ingin sembuh dari sakit-sakit ini. Aku tak ingin lepas dari kelekatan ini.

Layakkah? Tidak penting tanyamu itu bagiku.

Bahkan Dia pun tidak pernah bertanya seberapa layakkah aku untuk KematianNya di kayu salib? Dia hanya ingin menunjukkan cintaNya.

Aku pun hanya ingin berani membalas dan melihat cintaNya.

Ku terdampar, di tempat seindah ini
Seperti hati sedang, sedang jatuh cinta

Ku bahagia merasakanNya
Andaikan aku bisa di sini selamanya
Tuk menikmatiNya

papandayan

19-20 Maret 2011


Iklan

Satu pemikiran pada “Ku terdampar…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s