Menjawab Kenapamu


Peringatan: Posting kali ini *labil mode ON dan hanya bicara tentang saya saja. Membacanya bisa menyebabkan kecelakaan berpikir.

***

KENAPA?

(^^)>. beberapa hari terakhir ini, pertanyaan diatas adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan teman-teman saya. Pertanyaan itu dihidangkan lengkap dengan bumbu ekspresi terkejut dan senyum simpul menjurus terbahak. Dan hal ini mutlak disajikan oleh mereka-mereka yang bertemu muka dengan saya terhitung sejak 9 April 2011 kemarin. Ya, hanya karena bertemu muka saja.

Rupanya keputusan saya untuk memangkas geraian rambut-panjang-selama-ini  mengejutkan hampir semua pihak yang kebetulan bertemu muka. Ada yang bilang, ‘spanjang gw kenal lo, baru kali ini gw liat rambut lo pendek!’  Which is true. Dia kenal saya sudah hampir 7 tahun dan memang rambut saya selalu panjang. Dia yang kenal saya selama itu saja kaget, apalagi orang2 yang baru kenal saya beberapa lama. Can’t really blame them for the laugh. Cuma tetep lha yah, kenapa juga reaksi pertamanya adalah senyum menjurus ketawa? Seganjil itukah saya yang berambut pendek?

Tidak mudah memang melepaskan rambut yang telah saya panjangkan hingga mencapai pusar. Dibutuhkan waktu menimbang hampir 2 tahun hingga akhirnya keputusan memendekkan rambut itu  berani saya ambil. Saya tahu, somehow… I have to do it. Di komputer, Saya punya folder berisi model-model berambut pendek yang telah ada semenjak tahun 2009. Dan setiap kali hasrat ke salon muncul, saya selalu membuka folder itu dan melihat-lihat. Nyatanya keberanian itu tidak pernah muncul. Saya selalu menunda dengan mengatakan pada diri saya, nanti saja dan setiap keluar dari salon selalu ada sedikit sesal karena kepengecutan saya.

Kenapa akhirnya sekarang saya berani? Because I am in ‘RapunzelWannaBe’ mode ON. (”p). Berhubung semua orang bertanya Kenapa, maka postingan kali ini saya hanya akan menjawab pertanyaan itu… (Ditanya satu kata, jawabannya 1500 kata. ha5. lebay! ya berhubung yang nanya banyak, jadi biar pada puas saya jawab panjang lebar juga deh *pembelaandiri*)

Patah Hati

“Patah hati” adalah jawaban mudah yang saya lontarkan untuk menjawab kenapa mereka (tapi rupanya tetap tidak menghilangkan niat ketawa). -.- ! ha5. Iya, salah satu alasannya adalah patah hati. tapi bukan karena pacar (seperti anggapan beberapa orang). Tidak… saya tidak putus dengan pacar saya. Patah hati saya kali ini sudah berkepanjangan. Buktinya: ya baca saja beberapa postingan terakhir saya di blog ini. Nuansa tulisannya agak-agak sedih, saya saja kalau membaca ulang berasa melow sendiri. (”p)

Huft. Beberapa bulan terakhir ini saya memang dan masih bergulat dengan masa lalu saya… dan patahan-patahan hati yang saya temukan itulah yang sedang saya cecap dan kumpulkan lagi, untuk kemudian disembuhkan. Kaitannya dengan rambut pendek? hmmm…. yaa… mungkin saya cuma mau menghayati nostagila saya. ha5. totalitas mode on. Ini hanya salah satu cara/usaha saya untuk menerima patahan-patahan itu dan meletakkannya di tempat yang lebih baik agar tidak terinjak lagi. Dan saat ini saya berada di tahap untuk belajar mencintai Monic kecil yang cengeng, penakut, pendiam, pemurung dan tertutup. Deep… deep down inside, si kecil ini masih ada… dan saya hanya ingin memunculkannya kembali dengan lebih riang, lincah dan berani. So I just want to hug  her and accept her just the way she was. Instead of trying to forget and ignore her.

And you know what, now she is smiling back at me whenever I see her in the mirror. And every smile of acceptance brings a new memory with the hope that someday it’s all would turn into a wonderful history. Sure, she was part of me but she is not me. That little girl’s pain is my past. So for a moment in my adult period, I just want to spend my time to know her better. and now is the perfect time to start.

“I had a picture of you in my mind
Never knew it could be so wrong
Why’d it take me so long just to find
The friend that was there all along”

(picture of you – Boyzone)


Penyangkalan Diri

(<(-.- ! ) ini nyambung2in saja seh. biar kesannya religius. ha5)

hmmm… seingat saya (dan sahabat saya), terakhir kali saya memendekkan rambut sependek ini… itu…well… SMA kelas 1. Yang mana sudah hampir 10 tahun yang lalu. (>,<) Lama juga ya. Dan percayalah, tidak mudah mengumpulkan segenap keberanian untuk memotong rambut yang tentu saja akan mengubah penampilan saya. Apalagi penampilan yang telah ‘biasa’ dilihat banyak orang selama ini. Citranya sudah terlalu melekat dan akrab di mata orang-orang. Dan saya baru tahu bahwa ada orang yang pernah memandang saya feminin dan dewasa karena rambut panjang saya itu. Rupanya rambut pendek saya sekarang, membuat saya terlihat (mengutip perkataan orang-orang) kecil, mungil dan seperti anak kecil/boneka. EHEM! Lalu apakah saya tidak bisa lagi dipandang feminin dan dewasa karena berambut pendek ?

hmm… saya suka perkataan teman saya ini, ‘Moniq model rambut panjang atau rambut pendek itu sama saja dengan moniq yang aku kenal.’ (Yes, dia menganggap saya model. (”p)>) . ha5. Perkara penampilan, mungkin hanyalah hal sepele di mata beberapa orang apalagi kaum adam. Tapi benarkah demikian? Ya benar seh. kan bukan perkara yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Tapi bagi sebagian perempuan, penampilan adalah hal yang utama. Perempuan selalu ingin tampil cantik. Saya pun demikian. Dan kalimat teman saya itu, mengingatkan saya bahwa rambut bukanlah gambaran keseluruhan diri saya. Rambut hanyalah salah satu citra diri yang sama seperti pakaian, harus berani diganti jika sudah kotor/robek. Orang bisa menyebut saya “Itu lho Monic yang rambutnya panjang sepinggang”  untuk menggambarkan saya. Tapi toh kalimat itu tidak mencakup diri saya yang sesungguhnya. Dan saya pikir akan baik jika saya tidak melekat dengan citra yang muncul karena saya berambut panjang. I’m still the same Monica, whether I have a long or short hair. It doesn’t change me that much.

Saya memang sudah lama menentukan kapan saya akan memotong pendek rambut saya. Natal lalu saya memutuskan mengeriting rambut saya. Ini sekaligus untuk memperkuat alasan memendekkan rambut. Sederhana saja, saya hanya berpikir jika rambut saya rusak karena dikeriting maka akan lebih mudah bagi saya untuk memangkasnya. Dan itu akan saya lakukan setelah pesta pernikahan salah satu sahabat saya. Jadi saya punya waktu sekitar 3 bulan sampai keritingannya kadaluwarsa. Tapi ternyata saya malah terlanjur menyukainya.Saya memang merasa lebih percaya diri dengan rambut panjang keriting saya itu. Rasanya cewe banget. (”p)

well… Ini bisa jadi rasa lekat tak teratur yang dimiliki wanita-wanita, setidaknya saya. hmmm…. ada sekitar beberapa orang yang menanyakan “monic ga sayang apa? kan lama manjanginnya…” Yaaa…. sayang seh, ga gampang koq ngumpulin keberanian itu. Tiga hari sebelum gunting, saya sampai tidak bisa tidur hanya karena menimbang-nimbang keputusan untuk memendekkan rambut. *labil mode on bgt kan. Trus… setelahnya saya sampai minta doa kemana-mana cuma supaya saya berani melakukannya. Sampai sahabat saya di ozi sana, meng-encourage  saya, “Do it” katanya. hahaha… dan berkat itu semua akhirnya saya berani juga. And I have no regret at all. I’m happy I was brave enough.

Diketawain banyak orang seh setelah itu. But I have my own reason and somehow….. ada satu kalimat dari mama saya, yang meneguhkan saya. Adik saya, adalah orang yang mengantarkan saya ke salon, dia juga yang selalu menghina-dinakan saya yang selalu cuma “omdo” mo gunting pendek. Dan hari ketika saya benar-benar melakukannya, dia lah orang pertama yang menertawakan dan dengan sukarela menyebarkan foto terbaru saya ke orang-orang. Niat sekali dia menyebarkannya. Tapi akhirnya cm berani dikirim ke salah satu teman saya. ha5. Cupu! Dia tidak sejahat itu rupanya. Dia bilang “ci, lo pasti diceng-in deh nanti, gw mo ikut lo dong, mo ngikut temen2 lo ngeceng-in”. -.- ! adik durhaka bgt kan. Tapi mama saya yang saat itu juga ikut, tiba2 berujar : “cici mah diledekkin kaya apa juga ga akan nangis. dia kan tahan banting”. Nyess…. hahaha…. ga nyangka mama saya berpikiran demikian. Dan hati saya bernyanyi hanya karena kalimat itu. Saya tidak lagi cengeng seperti waktu kecil dulu… I am growing up. And I have no reason to keep having this fear of short haircut.

So yeah…. I do love my long hair. Mempunyai rambut panjang adalah salah satu cita-cita masa kecil saya. Dulu saya tidak diperkenankan memanjangkan rambut dan somehow saya selalu penasaran bagaimana rasanya memiliki rambut panjang. Dan kemarin ini adalah rambut terpanjang yang pernah saya miliki. It was one of my dream came true. Jadi, bohong jika saya bilang tidak sayang. Saya bahkan melekat padanya, saking melekatnya, saya merasa perlu membuangnya. Dan inilah yang saya maksud dengan bentuk penyangkalan diri saya di bulan Paskah ini. (^.^)>.  Saya ingin melepaskan diri dari citra yang pelan-pelan mengukung dan melemahkan pribadi saya. I don’t love myself just because  the long hair and neither do others. So I learn to balancing my mind and the looks. And I want you to know me in that way too.

 

well you are fresh, you’re face is fabulous
don’t forget you’re one of a kind
when nobody is checking the deeds you’ve done
and nobody is hearing your cries
you make all of the fashion statements
just by dressing up your mind

***

well if you wanna get free
and if you wanna do the passionate thing
and if you wanna get smart for the sake of your heart
you should own your name and stand up tall
and get real and see the beauty in ugly
and see the beauty in ugly

(Beauty in ugly – Jason Mraz)

 

I am growing up. I am not her anymore....

 

It’s just time to cut it.

It’s just time to grow a brand new Monica.

It’s my autumn period.

Will welcoming spring soon indeed

 

Iklan

4 pemikiran pada “Menjawab Kenapamu

  1. komen gw jg berbau ababil ahhhh… unyuuuuuu, moniqqq!!! hihihihihi…
    gw jg gitu kok.. suka ngumpulin foto model rambut2 pendek tp tiap ke salon yg ada modelnya itu2 aja trs msh pjg juga hahhaha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s