“Mari Berbagi”


Tanggal 30 April 2011. Sippo!

(^^)>.  Sudah lama tidak menulis perihal profesi saya sebagai desainer grafis, maka untuk kali ini saya mau sedikit pamer. Kebetulan hari ini merupakan hari terakhir 2011 bersandingan dengan “April”, so… yeah I’ll end it with this sharing. Tema kali ini adalah “Mari berbagi”. Saya mau berbagi. Berbagi apa? hmmm apa yah? cinta kasih… (cia elah, (”p)>). Ha5. Ya…kita anggap saja begitu.

Untuk mereka yang beragama Katolik dan tinggal di Jakarta, saya yakin tidak asing dengan tema “Mari Berbagi” ini. “Mari Berbagi” adalah tema terpilih untuk memaknai APP tahun 2011. Selama Empat puluh hari lamanya kita telah berproses bersama dalam mati raga dan belajar mendalami, memahami,serta mempraktekan makna “berbagi”. Dan kebetulan, atas prakarsa salah seorang mentor saya di KOMJak, saya mendapat kesempatan untuk ikut ambil bagian dalam kampanye tahunan KAJ kali ini.

Sekitar Bulan November 2010 kemarin, mas Felix menghubungi saya dengan menyodorkan kesempatan untuk “berbagi” melalui karya. Beliau meminta kesedian saya dan seketika membrief saya untuk perancangan logo APP 2011. Temanya sederhana “Mari berbagi”, sederhana karena hanya terdiri dari dua kata. Namun brief yang diberikan oleh Mas Felix cukup abstrak nan mendalam : ‘Ide dasarnya: tiap jenis dan jumlah harta & rejeki kita itu punya fungsi sosial, bukan property individual. Jadi sebagian merupakan hak org lain, harus di-share kpd yg paling membutuhkan (miskin, terpinggirkan, tertindas). Bentuknya tdk harus harta benda, tp bisa kekayaan pengetahuan, skills, etc.’

(-.- !) Bagaimana mungkin dua kata ‘sederhana’ tersebut mempunyai makna mendalam sedemikian dan hal ini sempat membuat saya meragu. Bisakah saya menyatakannya dalam bentuk visual? (^.^)>. Well, setelah beberapa draft, beberapa revisi, beberapa masukkan dan beberapa email dijalani, saya ternyata bisa juga mendapatkan persetujuan bahwa karya saya cukup layak untuk dijadikan logo APP 2011. Dan sungguh saya berterima kasih kepada Mas Felix dan KAJ yang telah memberikan kesempatan ini kepada saya. Terima kasih karena saya boleh berbagi, ternyata setidaknya ada gunanya juga gereja menggembalakan anak muda yang jarang ke gereja seperti saya. (”p). Saya mendapat banyak insight dalam pengerjaan logo ini dan ditambah lagi dengan kepuasan tiada tara manakala selama masa pra paskah menemukan karya saya terpampang di gereja, di mobil-mobil atau bahkan di media sosial macam Facebook. Rasanya saya jadi punya keterikatan tersendiri dengan gereja katolik dan entahlah tiba-tiba saya jadi pingin rajin ke gereja. (”p).

Seperti yang saya bilang tadi, ada banyak tahapan yang harus kami lewatkan demi memunculkan logo terpilih itu. Awalnya ketidakpede-an saya sempat menjadi penghalang dan membuat saya menunda-nunda pengerjaan dengan alasan sibuk.  Saya bahkan sempat meminta bantuan teman dekat saya yang juga seorang desainer, untuk menyumbangkan ide. Ada sesuatu. Sesuatu dalam diri saya yang kemudian membuat saya mampu menghadapi layar putih dan mulai menorehkan warna, garis, bentuk dan akhirnya menjadi “oret-oret” awal logo ini. Seperti biasa saya memulai segalanya dengan bingung, dengan goyah dan ragu-ragu. Dan seperti biasanya juga persis di langkah-langkah awal inilah saya akan berhadapan dengan ‘ketidakmampuan’ dan dengan sukarela otomatis menyatakan kebodohan saya sebagai desainer. Proses awal ini selalu menyebalkan bagi saya, karena tidak mudah berjalan dalam kegelapan dan langkah bingung meragu, apalagi saya bukan orang yang bisa dengan mudah terinspirasi. Saya perlu mencari, banyak melihat dan banyak berpikir demi supaya tangan saya akhirnya tahu apa yang harus dikerjakannya. Dan untuk orang yang pikirannya selalu melebar kemana-mana, ini memakan waktu yang tidak sedikit.

Lihat saja ini 3 draft pertama logo saya. Yang setelah saya liat2 lagi sekarang memunculkan reaksi: “ini apaaan seh sbnrnya? koq berani2nya gw kirim waktu itu…(dan sekarang dipamerin pula…-.- !) ” (”p).

Draft awal

Draft awal ini saya kirimkan juga ke Mas Felix demi “sesuatu” yang sudah mendorong saya untuk mengambil langkah pertama. Rupanya oret-oret awal inilah yang kemudian menjadi dasar logo terpilih nantinya. Sehari setelah saya mengirimkannya, saya langsung mendapat tanggapan. Respon cepat ini ternyata juga memacu saya untuk memperbaiki dan mencari alternatif lain. Ada masukkan-masukkan berarti yang saya dapat dari draft awal ini. Sepele tapi luput saya perhatikan, ternyata visual tangan pada logo ketiga ditanggapi demikian: “Tangan yang memberi dan menerima adalah tangan kiri (?). Masyarakat kita agak kurang welcome dengan situasi ini (moga2 saya salah). Ada baiknya gunakan ilustrasi tangan kanan.”  Saya bahkan tidak terpikir sampai sana, karena yang saya pikirkan saat membuat hanyalah mengilustrasikan memberi dan menerima. Lalu bahkan ada lagi yang memberikan insight mendalam tentang makna berbagi.

“Perkenankan saya memberi masukan juga. Menurut saya, ada perbedaan antara kata memberi dan berbagi. Gambar-gambar logo selama ini yang sudah didesain lebih ke arah “memberi”. Bila membuka google image tentang “share” atau “sharing” maka yang terlihat adalah : berbagi memakai payung, berbagi makan es krim atau minum dari gelas yang sama, berbagi memakai jalan, berbagi memakai mobil dll. Dan kalau membuka dengan kata kunci “give” atau “giving”, maka yang muncul adalah telapak tangan menengadah, tangan memberi uang/barang dll. Apakah “mari berbagi” yang  menjadi temaAPP 2011 maksudnya “memberi” atau “berbagi” ?” 

O wow… This is not easy. Jadi saya pun berusaha memodifikasi dan akhirnya setelah merenung panjang dari masukkan diatas dan banyak brainstorming akhirnya saya dapat juga memetakan beberapa hal yang bisa dijadikan poin untuk membangun visual-visual tertentu. Visual yang sekiranya bisa mewakili tema APP 2011. Tiba-tiba saja saat saya duduk termenung di bus, ide-ide itu bermunculan dengan cepat dan bentuk-bentuk terbayang dan tangan saya bisa bergerak dengan arah pasti. Sore itu juga saya mengeksplore dan mengeksekusi bentuk-bentuk dan mulai bermain dengan segala unsur desain lainnya. Setelah eksekusi, tentu proses selanjutnya adalah menjelaskan ide dan maksud gambar-gambar tersebut. In juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Dengan sedikit paksaan, saya merumuskan filosofi dari setiap bentuk logo yang saya buat. Berikut draft yang kemudian saya ajukan ke panitia:

(^^)>. Sudah mikir sana-sini dan dengan kemampuan seadanya mengeksplore, akhirnya yang dipilih untuk dikembangkan adalah ilustrasi gambar tangan, yang tentu saja jika kalian perhatikan mirip dengan dengan logo app kemarin. Setelah saya mengirimkan draft-draft ini, saya mendapatkan masukkan-masukkan lagi. Dan proses masih berlanjut. Beberapa kali revisi, beberapa kali percobaan, beberapa kali email hingga akhirnya pada 6 Desember 2010, disepakatilah logo APP 2011 adalah: *jeng…jeng…jeng…. duk tak duk….ini:

logo APP 2011

Logo inilah yang kemudian saya lihat sepanjang masa pra paskah baik di gereja maupun di media sosial. Saya bangga. Setiap kali saya melihatnya, saya tidak bisa menahan senyum diam-diam di wajah saya. (^.^)>. Tapi saya baru berani pamerkan sekarang karena satu-dua hal. Salah satunya adalah karena saya tidak mau menjadi sombong dan besar kepala. Saya tahu di luar sana masih banyak desainer lain yang bisa dengan lebih baik memvisualkan tema “mari berbagi”, saya semata beruntung mendapatkan kesempatan ini. Maka untuk mencegah suburnya ‘kesombongan ego’ saya, saya berjanji pada diri saya sendiri, hanya 5 orang saja yang boleh saya beritahu mengenai peran saya dalam desain logo ini. Yah… kelima orang ini tidaklah perlu saya sebut, you know who you are. (^.^)>. Dan kalau akhirnya saya pamerkan di blog saya ini, semata hanya karena saya tidak punya hal/karya lain untuk dipamerkan juga. (”p) Dan o ya… saya ingin mengajak desainer-desainer katolik lain untuk ‘berbagi karya’ juga untuk gereja kita. Saya mendapat banyak pelajaran tidak melulu mengenai desain melalui pembuatan logo ini, dengan sendirinya saya juga belajar memaknai tema “Mari Berbagi”. Dan setiap kali orang-orang menyebutkan “kan temanya Mari berbagi” yang mana bisa dibilang cukup sering perkataan ini mampir di telinga saya, saya merasa kata-kata itu telah memiliki tempat dan semangat tersendiri dalam diri saya. Rupanya kali ini Tuhan tidak hanya mengikutsertakan saya dalam karyaNya tetapi juga mengejewantahkannya (-.- ! bahasanya mas felix neh) dalam pribadi saya. Dan tentu saja pelajaran ini semoga tertanam cukup dalam tidak hanya di diri saya tetapi juga buat segenap umat Katolik KAJ. Jadi… sekali lagi Terima kasih saya boleh ikut berbagi karya.

So… buat teman-teman desainer lainnya… (^^)> … Ayo berbagi karya. It feels not only good but great. Rasanya menyenangkan bisa melakukan sesuatu yang meski kecil tapi jika disatukan bisa menjadi bagian yang melengkapi keseluruhan rancangan yang lebih besar.

Seperti yang dibilang Mas felix dalam brief awalnya kepada saya tentang ‘Berbagi’,  bentuknya tdk harus harta benda, tp bisa kekayaan pengetahuan, skills, etc. Semoga tahun depan KAJ bisa punya lebih banyak lagi sumbangan karya-karya lain dari kaum mudanya. Amin.

“Mari Berbagi”.

Ps: Kalo boleh…. saya mau minta juga teman2 yang membaca tulisan ini, untuk membagikan komentar, boleh berupa masukkan dan kritik sudah tervisualkan dengan baikkah logo ini? Syukur-syukur saya juga dibagikan pengalaman dan refleksi dari memaknai tema “Mari Berbagi” selama masa pra paskah kemarin. (^.^)>. it will means a lot to me.

Ps2: Terima kasih untuk orang-orang yang memakai logo ini sebagai PP FB/Twitter, Saya jadi norak setiap kali melihatnya di wall FB saya. (”p).

Ad Maiorem Dei Gloria.

Iklan

14 pemikiran pada ““Mari Berbagi”

  1. logonya ada di mobil murid2ku juga…hahaha…
    Kl design aku ndak terlalu berjiwa seni Mon..kalian sajalah yg mengevaluasinya…hehe…

    Oiya, soal berbagi..untuk tahun ini gw bener2 payah..bayangkan, diawal masa prapaskah gw bilang ‘Yesus..aku berbagi waktu aj ya..krn PaskahMu trjadi di masa ujian…pokoe, aku mau berbagi ke murid aj..kapan2 aj aku mikirin kaum dhuafa..hahaha..’..

    Tentang tulisanmu ini..aku suka skali…:)

  2. Akh! bu sarma. terima kasih. komentarnya. WOW bu, berbagi waktu itu sudah oke bangetlah…(^^)>. kan seperti kata mas felix… tidak harus berupa harta…

    hehehe…

  3. monic…

    tak kusangka tak kuduga
    logo yg beberapa kali kulihat itu
    ternyata hasil torehan jemarimu
    torehan yang akan disusul dengan selaksa karya lainnya

    karya ini ternyata mampu menyeretmu untuk berefleksi
    bahwa dalam hidup ini kita memang sudah selayaknya saling berbagi

    ah, capek ah…sok-sokan berpantun….
    pokoknya, saluuuutttttttttttt… hehehehe…

  4. am so proud of you Dear ^^…

    aku ingat beberapa tahun lalu pernah komentar soal logo APP, aku lupa temanya apa, tp iconnya: gambar bola dunia comotan dr clip art di Microsoft word. aku mbatin: ah payah banget sih KAJ. apa iya se-KAJ ndak ada desainer grafis Katolik yang bisa bikin logo keren, masak asal comot dr Clip Art gini sih…

    dan kemudian kamu membuktikan: ternyata ADA!

    great job Mon! cakeb!

  5. wah ga jadi pertamax deh gan! hehehe…

    pertama, gw jg ga sadar kalo logo yg awal itu pake tangan kiri! hal itu jg luput dr perhatian saya.. haha payah deh!

    Kedua, tentang komen yang ‘memberi atau berbagi’?… baru kali ini saya jd mikir lebih jauh makna kedua kata itu… baru kali ini kalo saya jd mikir memberi itu beda dengan berbagi! so, thx utk postingan kali ini ya mon! (:

    Ketiga, tentang logo APP 2011… logonya oke, cuma menurut saya tulisan di tengahnya agak kaku ya bila dibandingkan dengan lekuk2 ilustrasi tangannya. jadi intinya bagian tengahnya agak mengganjal untuk saya. tapi ya, ini hanya masalah selera saja kok. bagaimanapun juga, well done. moniq! ^^
    Keempat, tiap kali baca tulisan ttg masa prapaskah di blog lo, gw jd inget masa2 sekolah dulu dr tk-smp… secara sekolah katolik gitu lho.. hehe… kangen masa2 itu!

    Keempat, buat para desainer2 di luar sana… yuk gunakan talenta kita utk kemuliaan Tuhan! Seperti kata moniq.. “It feels not only good but great.”..

    after all, thanks for sharing moniq! Great job! (:

  6. mbak moniq mau tnya dunk makna dari logo app tersebut kenapa gambar hatinya di bikin mencong atau miring ad maksud tertentukah?

    makasih ya mbak

    GBU

    1. Waa.. maaf baru balas neh. Maksud hatinya mencong atau miring, hmm sebenarnya cuma supaya terlihat mengisi ruang kosong diantara tangan yang memberi dan menerima. JAdi kesannya “sepenuh hati berbagi” gitu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s