Mancing Surat cinta


Aku mau mancing tulisan refleksi teman2 magis jakarta dengan tulisan ah…

Baca postingan Melky di wall group Magis Jakarta, tiba-tiba jadi gatal sendiri tangannya. (”p). bukan. bukan pengen nampar orang. tapi pengen nulis. Dan… dah lama juga ga nulis-nulis di blog ini. So postingan kali ini… wajib baca anak2 maGis Jakarta khususnya yg belum kumpul tulisan refleksinya.

***

Tadinya dah kepikiran macam-macam cari tema yang kira-kira bisa membangkitkan gairah teman2 untuk melawan malas nulis atau apalah hambatan2 menulis itu. Lalu… tepat abis mijit titik terakhir paragraf diatas. Tiba2 saya lapar, jadi ngisi perut dulu deh.

Bodohnya… pas ngisi perut skalian juga ngisi pikiran dengan materi dari Rm Jon. soal Spiritualitas Ignatian. -.- ! Setelah baca… getar-getar sendiri hatinya. dan lupa mau nulis apa tadi. makanya tulisan yang keluar dan sedang kalian baca ini… yah begini ini bentuknya. ga jelas. dan malah curhat. hahaha. ga fokus.

Dan ini biasa terjadi sama aku lho. Mo nulis, banyak yang mo dikeluarin. waktunya ada. moodnya ada. trus tau-tau baru nulis 1-2 kalimat, koq bingung lagi mo nulis apa, ato tiba2 malas, ato tiba2 ada panggilan ym/sms/fb, ato yg paling sering ga ada inspirasi. Banyak deh hambatan2 menulis itu. Buktinya dah hampir sebulan lebih aku ga nulis apa2 di blog ini. dan kalo ngintip draft tuh ada beberapa judul dan tema yg sudah aku tulis tapi berhenti di kalimat ketiga. >,<. huft. nulis itu susah-susah gampang memang.

Nah… sekarang aku share apa yg bikin aku getar2 pas baca materi dr Rm John. Aku tadi baca2 bagian Panggilan Raja, Dua Panji dan Tiga Golongan Orang. (hayo… masih pd ingatkah materi ini?). Bagian yang menohok adalah pertanyaan: “Apa yang harus dan akan kuperbuat bagi Kristus yang sedemikian besar telah mencintaiku terlebih dahulu?”

Lalu… pertanyaan diatas… membawaku ke tulisan lamaku yang ini.

Begitulah. Jika kamu pernah bisa mencintai seorang manusia lain sebegitu dalam, tanyakan seberapa dalam CintaNya bagi kita, manusia. Kumpulkan segala cerita cinta itu, yang dimulai dari adam dan hawa… dan mulai telaah setiap senyum dan tangis dalam senyawa bernama manusia…Apakah bisa kamu temukan jawabNya? dalam kisahmu? dalam kisahku? dalam kisahnya? dalam kisah mereka?

Jeng… jeng… Aku langsung otomatis teringatkan akan keinginan-keinginanku untuk menulis dan selalu gagal selesai karena aku mengikuti godaan-godaan lain yang lebih mudah dilakukan. Misalkan: makan, sms-an, facebook-an, twitter-an, chattingan, dll. Sering kali aku kedapatan kehabisan energi untuk menulis karena aku sibuk mentingin hal-hal itu.

Huft! Lekat. Aku sadar aku lekat. Dan aku sadar, hal-hal itu menghambatku untuk menulis tentangNya. Tapi aku tidak melakukan apapun untuk melawannya. Jadi… aku tidak menghasilkan tulisan apa-apa. Kalo mo bela diri… yah nulis kan hanya salah satu sarana, masih banyak sarana lain yang bisa dipakai untuk memuliakan Tuhan koq. Tidak harus nulis. Karena mikir gitu… jadinya yah makin malas nulis.

Ditambah pula teguran seorang teman kemarin yang tiba-tiba menagih dan bertanya soal nulis di blog.

Jadi. Here I am. Melawan segala godaan dan mulai menarikan tarian sebelas jari di tuts keyboard. Melatunkan dan mencoba menulis singkat sedikit surat cinta untukNya yang sedemikian besar telah mencintaiku. Dan aku berharap banget teman-teman di maGis Jakarta terutama, juga mau berbagi kisah cintaNya melalui tulisan refleksi setelah membaca ini.

Ini hal kecil yang kalo disatukan bisa menjadi kekuatan lho. ga percaya?

Yaa… Tau kan jaman Sejarah itu dimulai sejak manusia menemukan cara untuk merekam kehidupannya dalam gambar, simbol kemudian dipatenkanlah aksara. Jaman sebelum ditemukannya tulisan saja disebut jaman pra sejarah. Jadi… dengan menulis (merekam kisah hidupmu dalam tulisan), sebenarnya kita turut menjadi perekam sejarah. Selain itu… berkat tulisan-tulisan pendahulu kita jugalah, kita bisa kenal Tuhan yang ternyata sudah dikenal bahkan dekat dengan manusia ribuan tahun lalu. Coba bayangkan kalo jaman dulu, orang-orang itu lebih milih menggembalakan domba ketimbang nulis, ga akan ada tuh alkitab tebal berisi kisah hubungan Manusia-Tuhan yang bisa kita baca. Padahal alkitab kan membantu kita mengenal dekat dan akhirnya mencintai  Tuhan. Jadi… mungkin neh… mungkin… tulisan kita juga bisa membantu orang lain untuk mengenal Tuhan yang selalu mencinta. (^^)>. Tulisan kita bisa mengantarkan cinta Tuhan kepada orang lain. Mana tahu… seribu tahun yang akan datang… tulisan kita sekarang malah ditambahin atau dijadikan alkitab oleh anak-cucu saking menginspirasinya.  *ngarep.com

Masih malas nulis? Lebih suka cerita di magis circle atau lisan aja? Yah ga pa pa seh.  Tapi ingat, ingatan manusia kan terbatas, kalo tiba-tiba lagi jalan trus ketimpuk batu lalu hilang ingatan, hilang juga tuh pengalaman-pengalaman berharganya. Tulisan bisa membantu kita mengingat pengalaman-pengalaman di masa lalu. Nah jadi selain berguna untuk orang lain, bisa berguna juga kan buat diri sendiri. Setidaknya lakukanlah untuk diri sendiri. Karena aku saat ini pun terdorong dan akhirnya bisa melawan godaan malas nulis, karena aku takut… takut lupa akan semua perasaan ini. Perasaan cintaNya untukku.

hmm… apalagi ya? rasanya dah cukup panjang neh aku nulis. aku tutup deh. dengan satu pertanyaan lagi: Kesanggupan macam apakah yang telah, sedang dan akan aku berikan untukNya? gimana kalo SANGGUP NULIS REFLEKSI? (”p).

Ingat-ingat… dulu sebelum experimen magis… teman-teman membaca pengalamaan live-in dari magis 2008 kan. ingat apa efek dan pengaruhnya bagi teman-teman dulu? Well… tulisan kalian bisa memberikan pengaruh dan efek yang sama. Ditunggu…

***

TIPS Nulis Refleksi:

Bisa mulai dengan meditasi dan mulai mengulang lagi kejadian-kejadian dari awal eksperimen sampai akhir. Lalu cari 1 kalimat yang bisa mewakili pengalaman yang sudah terjadi. Satu kalimat yang kiranya paling melekat dan mengejewantah dalam pengalamanmu. Tuliskan satu kalimat itu. Dan berangkatlah dari sana.

Iklan

2 pemikiran pada “Mancing Surat cinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s