Darah Desolasi (1)


Pernah merasa tenggelam dalam kesedihan mendalam yang ga jelas asal usul musebabnya?  Pernah merasa tiba-tiba satu dunia seakan jadi musuh yang cuma cari ribut dan segala sesuatu yang terjadi serba salah dan berantakkan? And out of nowhere, cuma denger satu kata terima kasih saja (dari orang asing pula), mata bisa berkaca-kaca saking berasa itu satu-satunya hal baik yang bisa terjadi di dunia dalam satu hari itu. Tapi secepat angin berlalu, rasa terharu itu berganti lagi dengan rasa tertekan dan sedih, dan tiba-tiba saja lo dah sesenggukkan kaya anak kecil yang tidak mendapatkan keinginannya. Sedih sangat tanpa tahu darimana kesedihan itu berasal. Dan kelelahan pun melanda tubuh dan jiwa. Badan rasanya mau rontok, pinggang sakit, perut ga enak, berasa memadat dan tegang. Lelah. Malas. Tidak bergairah. Hidup segan, mati enggan. Teriakan hati suma satu: “Just leave me alone, world!”

Girls, familiar with this? Yes, I don’t ask you boys.

Iya lagi. kali ini postingan seksis. Why? Sederhana, karena kalian para cowo tidak tahu rasanya mengalami semua yang gw ceritakan diatas maksimal satu kali dalam sebulan.

Sudah lama banget pertanyaan soal ini mengendap dalam diri gw dan sampai sekarang gw masih penasaran sama jawabannya. Pertanyaannya apakah? hehehe…. well… gw bingung juga neh jelasinnya. (”p). hmmm… Intinya… semua ini berawal dari gejala PMS yang seringkali mengganggu hari-hari gw. Ga setiap kali seh, tapi 3 bulan sekali lha pasti ada ngalamin. And I know I’m not alone, karena beberapa kali gw pun mendengar keluhan yang sama dari teman-teman cewe gw. So what’s up with PMS?

ehem… berhubung belakangan ini gw lagi kental-kentalnya dengan spiritualitas ignatian, so bahasan kali ini pun ga akan jauh-jauh dari sana. Apa hubungannya PMS dengan spiritualitas? well… *nyengir*. soalnya … ini cerita agak2 lucu tapi seriusan seh. krn gw terganggu akan fenomena alam ini. Jadi pernah kan tuh yah waktu kapan, crtnya gw ngikut ret2 online. nah… somehow waktu masa ret2, ada periode… dimana gw ga bersemangat ngikut ret2, dan bawaannya sedih gt. gw ga bs jelasin sebabnya ke pembimbing gw, krn yah gw sendiri struggle mencari tau alasan dibalik kenapa gw sedih. walopun neh yah di otak gw sudah terlintas “akh palingan lagi PMS” tapi I couldn’t help it untuk larut dalam rasa2 sedih itu. Pada saat itu rasanya semua nyata-nyata bermasalah. Sampai2 yg bimbing bingung dengan penjelasan gw yang abstrak (gw ga blg kmgknan gw pms dan rasanya waktu itu gw sendiripun menolak klo gw PMS, lagian let’s face it, it’s ridiculous reason) jadi dia jelaskan lha soal pembedaan roh baik dan roh jahat beserta ciri2nya.

Dan penjelasan itu bikin gw menerima bahwa mungkin gw lagi dalam pencobaan. masuk akal juga lha penjelasannya, ciri-cirinya pun cocok. jadi gw banyak doa tuh. hahaha… trus jeng… jeng… besoknya gw ‘dapat’, langsung seketika mengertilah klo gw gejala PMS dan bukan lagi dikuasai roh jahat.    ( -.- !) *daaa…..

Intinya seh, masa PMS gw tuh mengganggu dan ga lucu lg. krn di masa itu gw seakan berasa jauuuhhhh bgt sm Tuhan. dan belom lagi rasa sensi, sedih, depresi mendalam yang tidak terkontrol.bukannya mengeluh dengan kodrat yah, cuma krn belakangan ini berpola dan sedikit banyak mempengaruhi hidup gw,  gw berniat menaklukkannya dong. dua minggu kemarin adalah masa2 depresi gw….. trus karena semua rasanya real, gw menolak kalo alasannya cuma karena gw PMS. Rasa-rasa itu muncul karena hormon yang sedang bergejolak? Meeen… alasan macam apa itu! okelah mungkin itu ilmiah, tapi kaaan…. gw ngerasain. and it’s so god damn real. pasti ada alasan yang LEBIH dari sekedar biologis.

Sayangnya, begitu “dapat”…ya memang seh semua rasa sedih itu hilang, depresi itu ilang dan ga mengganggu gw lagi. -.- ! trus gw kayanya gimana gitu seketika, kaya dibodohi dan dikhianati sama badan sendiri. tapi gw juga ga tau seh ini mekanisme perlindungan otak gw kah dr rasa sakit sehingga… yaa… you know lha…pake alasan PMS. ga lucu kan. krn gw jadi ga bs bedain yg mana luka batin beneran dan yg mana karena PMS. Ato memang krn gw lagi PMS, maka segala rasa sakitnya jadi lebih berasa to the max ya? tapi eniwei… setelah masa itu lewat gw baik2 aja seh. Hidup jadi indah lagi. dan semua kembali ramah penuh cinta.

Tapi yah gt… gw sebel lha sm versi PMS diri gw. *TETEP. Btw buat yang belom tau, (jadi dah baca sampe sini, lo drtd bingung PMS apaan? -.- !) PMS itu Premenstrual Syndrom atau bahasa indonya Sindrom Pra Haid. For more info you can read it here: PMS .  Dan ini sedikit gw ambil pengetahuan soal PMS:

PMS memang kumpulan gejala akibat perubahan hormonal yang berhubungan dengan siklus saat ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) dan haid. Sindrom itu akan menghilang pada saat menstruasi dimulai sampai beberapa hari setelah selesai haid.

Penyebab munculnya sindrom ini memang belum jelas. Beberapa teori menyebutkan antara lain karena faktor hormonal yakni ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron. Teori lain bilang, karena hormon estrogen yang berlebihan. Para peneliti melaporkan, salah satu kemungkinan yang kini sedang diselidiki adalah adanya perbedaan genetik pada sensitivitas reseptor dan sistem pembawa pesan yang menyampaikan pengeluaran hormon seks dalam sel. Kemungkinan lain, itu berhubungan dengan gangguan perasaan, faktor kejiwaan, masalah sosial, atau fungsi serotonin yang dialami penderita.

Bikin esmosi jiwa ga seh bacanya? BELUM JELAS PENYEBABNYA. *ambilkursibantingkelantai. Jadi gw nangis-nangis itu apa? jadi gw depresi itu apa? benarkah semua rasa itu ga nyata? benarkah semua itu GA JELAS?

Yes, brothers and sisters! this knowledge does irritating for me.

Dan membahas ini dalam blog gw… somehow adalah usaha gw mencari penjelasan. Dan gw akan buat ini berseri (baik seri yang berarti berurut maupun yang berarti agak gembira) (”p). hahaha. karena tulisan di posting ini dah hampir 1000 kata, dan bahkan gw blom sampai pada teori gw. jadi drpd bosen, gw putuskan untuk dibagi-bagi saja.

Yak, karena gw sudah lama terganggu dengan hal ini, sedikit banyak gw memikirkan dan terus mencari tahu soal fenomena kodrat ini. Kenapa ga nanya ke yang ahlinya? errr…. karena saya suka mencari tahu sendiri. Dan gw belum pernah nemu tulisan yang ngebahas PMS dan Spiritualitas Ignatian. (kl ada yang tahu bisa sharing lho) so… next posting yah dilanjutkan lagi. Let’s find God even in PMS Period. And I welcome you girls to share the emotions you barely feel on your own period. *caritemenmodeon.

Iklan

Satu pemikiran pada “Darah Desolasi (1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s