mata(hari)


Setiap kali bulan menjauh dan bintang-bintang memudar. Aku selalu tersadar dalam kegelapan yang masih menyelimutiku. Dan hal pertama yang selalu kulakukan adalah berhitung. Menghitung setiap jengkal kelopak mataku yang pelan-pelan membuka, menyambut satu-satunya inginku dalam hidup, … terkabulkan.  Dan akupun merapalkan sebait ini untuknya.

Untuknya yang selalu menjadi alasan hatiku merekah berbunga.

***

Teruntuk Mata(hari)ku

Sepertinya akulah pertamamu. Di dunia ini tak akan ada yang memberiku rasa seperti yang kau titipkan ini.

Hanya kamu.
Diam-diam.
Selalu.

Satu.

Aku mengetahui setiap jengkal lakumu. Hanya padamu mataku tertuju.

Dua.

Ah, aku hanya ingin selalu menikmati hadirmu. Dari sini. Dari tanah, tempat aku melekat dan menambatkan diri dalam-dalam. Cukup jauh dari hadirmu, cukup dekat dengan hangatmu.

Tiga.

Karena hanya jarak inilah yang memampukanku menatapmu tanpa menjadi buta.

Empat.

Karena hanya bentangan ruang inilah yang memberiku rasa aman dari sakit merindukanmu.

Lima.

Kukembangkan setiap inci dalam diriku ini, demi menyerap segala yang kubutuhkan darimu.

Enam.

Aku selalu. selalu. selalu ada disini. mencoba menjadi berarti untukmu. segenap mampuku ingin mereka melihat dirimu dalam keberadaanku. hanya saja, ini asa dan sia

Tujuh.

 Bahkan mega dan hujan  yang membuatku tertunduk, takkan kubiarkan membuatku lemah tak berdaya. Aku akan selalu kembali berdiri tegak menghadapmu. 

Delapan.

Bukan karena berani. Hanya karena, aku tak sanggup melalui hari-hari tanpamu 

Sembilan.

Dan tertunduk hanyalah bentuk permohonanku pada langit, untuk tidak memisahkanku dari sinarmu

Sepuluh.

Mata Hari ku. Biarkan kunikmati hadirmu yang hanya satu. 

Akhirnya.

Ketahuilah sebait yang kudaraskan ini. 

untukmu.

hanyalah makna yang kerap kuisyaratkan tanpa pernah kausadari.

terima kasih. untuk segalanya.

Dari

Bunga Matahari

***

Di ufuk timur dia akan muncul. Dan selimut kegelapan pun direngutnya perlahan. Sejak itulah selama dia bersinar, aku akan berada dalam keabadian. Tak mampu berpikir, tak mampu merasa. Aku. Hanya. Terpaku. Padanya.

 

Iklan

Satu pemikiran pada “mata(hari)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s