Supardjo


‘Namamu siapa?’ Tanya salah seorang pembawa acara malam yang cukup terkenal.

‘Supardjo’ jawab penonton yang diminta maju.

‘Siapa?’

‘Supardjo’

‘Jiahahaha… Jaman ipad gini masih ada aja yang namanya supardjo’ pembawa acara nyeletuk sambil tertawa terbahak-bahak.

***
Mungkin saya memang lagi sensi atau apalah, meski bukan saya sendiri yang mengalami, tapi koq ada gelitik kecil nan ganggu, saat saya menyaksikan ini di layar kaca. Dua hal menurut saya:

1. Mungkin si pembawa acara hanya bercanda, tetapi bagi saya, itu gak lucu. Apa yang salah dengan nama supardjo sehingga dianggap lucu bahkan menjurus diremehkan?

2. Kenapa nama supardjo dianggap tidak cocok dengan jaman ‘ipad’?

Setidaknya menurut saya, ‘supardjo’ itu nama yang ‘indonesia’ dan masih layak serta pantas dimiliki oleh orang yang notabene adalah orang Indonesia asli. Selayaknya ‘Sukarno’, ‘Kartini’, ‘Sabeni’, dll, Nama-nama Indonesia asli, yang dewasa ini entah bagaimana dan mengapa malu-malu digunakan oleh kebanyakan orang tua. Padahal bukankah dengan memakai nama-nama Indonesia untuk anak-anak, secara tidak langsung kita menunjukkan kecintaan kita akan ‘bahasa Indonesia’ ? Bukankah secara tidak langsung kita mewariskan kebanggaan kita akan ‘bahasa Indonesia’ ? Bukankah nama adalah cermin budaya kita juga?

Setidaknya menurut saya, dengan memakai nama-nama Indonesia, kita memperkuat kepercayaan diri bangsa kita sendiri. Dan menertawakan ‘supardjo’ sedikit banyak mengikis kepercayaan diri bangsa ini. Mau jaman ipad keq, mau jaman manusia tinggal di mars keq, masa bodoh. Selama darah Indonesia masih mengalir di raga, tidak ada yang lucu dengan ‘supardjo’ ataupun nama indonesia lainnya. Walau maksudnya becanda sekalipun, tolong jangan meremehkan apalagi mengadili kelayakkan ‘supardjo’.

Bagi saya, candaan ini hanya semakin menyuntikkan racun budaya kebarat-baratan hingga ke identitas pribadi yang pada dasarnya adalah juga identitas bangsa Indonesia. Rasanya koq yah mengkhawatirkan juga hal ini. Entahlah saya sendiri mungkin hanya merasa sayang, jika suatu waktu di masa depan nanti tidak ada lagi orang Indonesia bernama ‘supardjo’. Yah mana tahu juga sih, siapa tahu nanti ada orang be-ras lain yang justru bangga memakai nama ‘supardjo’. Apa iya harus melulu menunggu bangsa lain menggunakannya, baru kita ‘berani’ bangga menggunakan identitas budaya kita sendiri?

*tarik napas. Tidak perlu kan?

Saat kita berani bangga dan percaya diri apalagi tidak meremehkan hasil budaya kita sendiri, waktu tidak akan menggerus warisan leluhur kita. Syukur-syukur budaya indonesia akan lestari. Itu harta pusaka kita juga lho.

***

Saya punya seorang teman bernama ‘widhagdo’ dan dia begitu bangga memiliki nama ini. Katanya ‘widhagdo’ itu berasal dari bahasa sansekerta, namun sayang saya sudah lupa arti namanya itu. (Apa arti nama lo, widhagdo?). Tapi saya ingat betul, ketika pertama kali berkenalan, dia mengucapkan namanya dengan tegas dan kental logat. Saya tertawa pada waktu itu dan tentu saja terkejut. Dia teman saya pertama dan hingga saat ini satu-satunya yang mempunyai nama ‘widhagdo’.

‘Gak boleh disingkat, dilarang memanggil widhag atau do saja, harus lengkap: widhagdo’. Begitu titahnya dulu. Ha6. Tapi kemudian saya menaruh hormat padanya dan (lagi) merasa iri. Dia punya kebanggan itu. Dia punya nama yang ‘indonesia’ banget! Dari bahasa sansekerta pula! Beruntung sekali!

Saya ingin anak saya kelak memiliki kebanggaan yang sama. Rasa percaya diri yang sama besarnya akan sebuah nama ‘indonesia’. dan tentu saja kecintaan akan ‘darah dan budaya indonesia’ ini. Amin!

***

Hmm… Jadi mikir, kalau saya bisa mengganti nama, nama Indonesia apa yah yang sesuai buat saya? Ada usul?

Iklan

4 pemikiran pada “Supardjo

  1. setujuuuu…. ada lho bule yg ngasih nama anaknya pake nama ‘indonesia’.. mgkn kalo buat org sini itu nama udah diketawain abis2an secara *maaf* akan dianggap kampungan… tp menurut mereka justru oke2 aja tuh….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s