Pick Me Up


Pick me up!

Beberapa hari yang lalu, saya sedang menunggu pesanan makanan di salah satu counter fast food MKG saat kaki saya tiba-tiba terasa didorong. Saya menoleh ke bawah karena merasa terganggu. Rupanya ada gadis kecil setinggi lutut saya sedang gelisah berusaha menarik perhatian ibunya yang berdiri di sebelah saya. Dia mengangkat kedua tangannya dan mulai merengek. “pick me up!” katanya hampir menangis. Bocah ini terlalu kecil untuk menggapai dan melihat apa yang terjadi diatas counter, ibunya sedang apa? Rasa ingin tahunya menggelisahkan dan membuat dia penasaran. Dia bahkan berusaha naik dengan memanjat pinggiran counter, sadar bahwa ia tidak mampu menggapai, mulailah dia memanggil ibunya. Setelah ibunya menggendong dan dia sudah bisa melihat apa yang terjadi, dia merasa senang dan berhenti cemberut. :).

Saya tertawa kecil sambil ngatain “Dasar anak kecil!” dalam hati saya.

***

Dulu waktu saya masih belum setinggi ini, waktu saya masih anak kecil, saya ingat juga betapa inginnya saya cepat “gede”, cepat tinggi. Banyak hal menyenangkan yang tampaknya hanya bisa dilakukan setelah dewasa, setelah gede. Apalagi kalau pergi ke dufan, banyak banget permainan yang hanya bisa dimainkan dengan syarat tinggi minimal 100cm, kalau sudah tinggi. Sekarang saya sudah gede, sudah agak dewasa. Sudah tidak merasakan lagi kekesalan si gadis kecil yang harus digendong dulu untuk mencapai apa yang belum diketahui. Benarkah demikian?

Secara fisik mungkin iya, saya sudah berhenti bertumbuh. Tapi…. saya rasa saya masih manja dengan Bapak saya. Saya masih suka gelisah dan ga sabaran melihat apa yang ada diatas saya. Dan merengek padaNya untuk menggendong saya, agar saya bisa mencapai apa yang ingin saya ketahui. Mungkin inilah sisi anak kecil diri saya.

Pick me up, lord! I want to see as You see. I want to catch those stars!

Kadang-kadang saya merasa Dia mengangkat saya dan mengijinkan saya sejenak mengintip dan merasakan  apa yang dilihatNya. Namun saat saya kembali menapak bumi, terkadang saya gelisah, terkadang merasa ingin cepat “sampai”, dll-mya. Saya merengek dan Tuhan mungkin sengaja tidak mengangkat saya. Bukan karena jahat, tetapi supaya saya tidak manja terus. Lama-lama saya tahu untuk mencapai apa yang bisa saya dapatkan setelah saya “tumbuh” yang harus saya lakukan adalah berhenti merengek dan… menikmati masa-masa pertumbuhan… (^^)o. Melakukan apa yang sekarang ini sanggup saya lakukan sambil memperbaiki dan bertumbuh setiap harinya. Sampai suatu hari nanti pada waktuNya, Dia tidak akan perlu menggendong saya lagi tetapi menggandeng tangan saya untuk menikmati pemandangan yang tadinya tak mampu saya lihat hanya memang karena belum waktunya.

Beautiful in His Time, indeed.

***

Ps: sejak posting ini, saya menambahkan kategori baru: “Fieelustrasi”. He5. Sudah lama saya ingin sekali mengembangkan kemampuan ilustrasi saya, tapi selama ini masih malu dan takut. well, practice makes perfect! jadi saya rasa dengan menampilkan di blog ini,  bisa jadi satu hal yang makin memotivasi saya untuk “bertumbuh”. enjoy…. :).

Iklan

Satu pemikiran pada “Pick Me Up

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s