You’ll never walk alone


In Him, You'll never walk alone.
Yesus. You’ll never walk alone.

12.08.2013

Hari ini sebagian kantor sudah kembali beroperasi. Hari pertama kerja setelah libur panjang. Jam tiga sore tadi, seorang sahabat saya, mempersembahkan misanya yang pertama. Jadi… tentu saja buat saya (dan mungkin sahabat saya itu) hari ini sedikit berbeda. Bukan sekedar hari pertama bekerja.

Sudah lama sebenarnya saya gatal mengutak-ngatik kata-kata diatas. Dan sudah beberapa lama juga saya berjuang menemukan eksekusi terbaik untuk maksud yang ingin saya sampaikan. Terutama pada sahabat yang telah menginspirasi saya. Dan baru pagi tadi, saya akhirnya cukup puas dengan hasil akhirnya. :).

Jadi ini beberapa poin yang ingin saya bagikan terkait … hmm… Poster(?)  quote diatas…:

  • Sahabat saya, sudah resmi menjadi seorang romo pada tanggal 25 Juli 2013 kemarin. :). (I’m a proud fella). Gara-gara teman saya itulah, saya akhirnya pernah menghadiri sebuah misa tahbisan. Dan kalimat “You’ll never walk alone” adalah kalimat andalannya. Kalimat yang meneguhkannya di sepanjang perjalanannya dan yang kemudian juga pernah meneguhkan saya dalam perjalanan (menyulitkan) saya. Maka… ini khusus saya buat untuknya, yang tak pernah lupa mengingatkan bahwa saya tidak pernah berjalan sendirian, seberapapun seringnya saya merasa sendirian.
  • Lalu penulisan nama “Yesus” saya gambarkan dengan pemenggalan “Yes” dan “us” dalam dua warna berbeda. Merah untuk “Yes” dan putih untuk “us”. Mungkin ini memang terkesan maksa, karena Yesus sebagai satu kesatuan kata  ada dalam bahasa Indonesia; sedangkan pemenggalan kata-kata “yes” dan “us” yang saya gunakan, ada dalam bahasa inggris. Apalagi penggunaan huruf “u” dengan dua titik diatasnya, entah akan terbaca bagaimana oleh orang jerman. Tapi ijinkan saya nyeleneh kali ini. Buat saya, “Yesus” adalah nama yang paling berpengaruh dalam hidup saya. Satu kata yang kuat dan penuh cinta. Dan… ketika saya melakukan pemenggalan kata “Yesus” menjadi “Yes” dan “Us”, saya hanya ingin memaknai betapa bersama Dia… saya tidak pernah berjalan sendiri. Untuk setiap pilihan (“Yes”) yang saya ambil dalam Dia ; Kami (“Us”) akan menjalaninya bersama. “Us” dalam bahasa inggris berfungsi sebagai objek penderita dari “We” “kami”, makanya buat saya ini seperti Saya dan Yesus yang bersama-sama menjalani, bersama-sama menanggung resikonya. Dan tentu saja bersama-sama bahagia, makanya saya memakai kedua titik diatas huruf “u”. Selain karena terlihat seperti “senyum” juga karena seperti dua pribadi yang menjadi satu.
  • Pemilihan warna Merah dan Putih pun ada makna tersendiri yang saya sematkan. Selain karena ini adalah warna yang “indonesia” banget, buat saya… pemaknaan Merah-Putih mencakup segalanya. Dibutuhkan keberanian untuk mengikuti dan memilih Dia dalam hidup kita, dan merah mewakili ini semua: Berani. Semangat. Cinta. Sedangkan Putih selalu identik dengan suci, bersih. Ketika kita memilih Dia, semoga pilihan itu tulus adanya, kalaupun tidak semoga dalam prosesnya kita menjadi seperti Dia. Tulus. Bersih. Suci.
  • Terakhir… saya menambahkan kalimat quote andalan sahabat saya itu, “You’ll never walk alone” karena dialah yang menginspirasi saya. Saya beri pemanis sedikit pada kata “one”-nya… dengan warna merah… dan simbol hati. Sebagai lambang “Satu cinta”. Kita tidak pernah sendirian karena kita semua disatukan dalam cintaNya. Selalu. Maka…bisa juga terbaca: “Yes, Love one”: Ya, yang tercinta; atau “Yes, One Love” : Ya, dalam satu cinta. (”p). Tergantung sudut pandangnya saja. ha5. Tapi pada akhirnya, maksud saya adalah memilih “Ya” atas satu dasar, yakni CintaNya.

Sekian uraian singkat dari desain saya. Saya ini sebenarnya tipe orang yang percaya desain yang baik itu dapat dimengerti tanpa perlu dijelaskan. Tapi buat saya ini latihan. Saya tahu desain saya belum baik, maka perlu dijabarkan agar orang yang melihatnya mampu memahami maksud saya. Semoga uraiannya memperjelas bukan membingungkan. Kalaupun akhirnya maksud yang ingin saya sampaikan tidak terbaca, baik pada desain maupun uraian saya, well… tidak apa. Minimal saya mengerti. Minimal sabahat saya (terpaksa) mengerti… bahwa yang ingin saya sampaikan hanya:

Terima kasih. Sangat.

Terima kasih sudah memilih dan mengiyakan panggilanNya.

Terima kasih sudah menjadi seseorang yang nyata-nyata membuktikan bahwa aku tidak pernah berjalan sendirian.

Terima kasih, romo. :).

Cukup cinta dan rahmatNya untukmu selalu.

***

13.08.2013

ada tanggapan dari sahabat saya, setelah saya menunjukkan desain dan membaca konsepnya. Dia mengusulkan untuk menukar warna “yes” dan “us”. filosofinya masih kurang lebih sama… tetapi lebih menekankan “Us, One Love”. (^^)/. so… here it is…

YesUs

Iklan

Satu pemikiran pada “You’ll never walk alone

  1. Cara lo menguraikan konsep elo mengingatkan gue ke masa2 kuliah haha… di mana setiap desain harus ada penjelasannya, baik itu beneran maupun cuma ngeles alias mengarang indah. 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s