Sahaja Sawarna


Sahaja (Sanskrit: sahaja; Devanagari: सहज)[1], meaning “spontaneous, natural” (sumber wikipedia)

***

Jakarta, 5.12.2009, 8:39 AM

Sh411dy: sawarna cerah

Monica : (>,<)

Monica : D*mn…..

***

Yak! itulah secuplikan percakapan YM gw di Sabtu Pagi ini. Dan percakapan inilah yang mendorong saya untuk mengingat2 pengalaman saya di sawarna. sebelum hilang ingatan. (ngiri mode on sm shandy yang lagi jalan2 GRATIS di sawarna saat ini)

Baiklah… mari kita bicara soal Sawarna yang bersahaja… Hehehe… saya milih kata sahaja… karena selain agak2 beritme juga ternyata punya arti yang bagus yang dapat mewakili perjalanan kali ini. Spontan dan Natural. Itulah sawarna.

Selayaknya Pantai, Sawarna punya ombak yang riang gembira berlarian mengejar tepi Pantai dan pecah membuncah menabrak karang. Ombak-ombak ini bergelung-gelung dengan semangat besar. Riang. Liar. Nakal. Gila. Meraja.

Demikian Sawarna juga pemalu. Keramahan dan kenakalannya hanya dikenal kalangan para surfer. Mungkin inilah yang menjadikan senja di sawarna begitu sendu. Merah merona, kadang malu, kadang penuh rindu.

Merona merah

***

Ada kebanggaan sendiri di kalangan penduduk desa wisata Sawarna ketika mengucap kalimat “Banyak bule yang suka datang”. Yah, demikian orang bule jauh-jauh menapaki pelosok Banten selatan ini semata untuk menikmati kecantikan Sawarna. Ada sedikit kesedihan di hati saya, ketika mendengar kata-kata itu. Bukannya apa…di daftar tamu Homestay Widi – tempat saya menginap – terdapat kolom asal kota/negara, dan terisi dengan nama-nama negara: Australia, Jepang, Jerman,dll. Di dinding-dinding temboknya pun terpigura foto-foto surfer mancanegara bertelanjang dada menunggangi ombak sawarna. Hal ini membuktikan betapa Sawarna ternyata telah cukup mendunia.

Nah, sekarang mari kita tengok reaksi teman-teman saya yang mendengar kata Sawarna:

(F: fiee; P: Penanya)

F : Gw mau ke Sawarna

P: Dimana itu? tempat apa?

F: Di Banten Selatan, Pantai…

P: Oooo… bagus yah? sama kaya Anyer gt yah?

F: Bagus koq…yaa… lebih bagus koq, pantainya pasir putih…

*

P: Moniq, fotonya bagus…. dimana itu?

F: Sawarna

P: Dimana itu? gw buta geografi neh…

F : Di Banten Selatan, Ga jauh Dari Pelabuhan Ratu

P : Ooo deket dong yah…

**

F : Kemaren gw dari Sawarna

P: Hah? Apa itu?

F: Nama pantai… (-.- !).

**

Jadi disinilah saya, mencoba memperkenalkan Pantai perawan surga Indonesia, bernama Sawarna, kepada lebih banyak orang INDONESIA. Agar daftar asal kota/negara di Homestay Widi dipenuhi dengan : Jakarta, Surabaya, Balikpapan, Medan, dll. Dan gambar-gambar berpiguranya bertambah dengan surfer Indonesia bercelana pendek Batik (amin).

Saya ga akan berpanjang kata lagi… silahkan nikmati beberapa foto Sawarna… Koleksi pribadi dan teman2 IB

***

Gapura menuju Tanjung Layar. Perhatikan : penunjuknya in english (>,<)
Menuju Pantai melewati padang, tempat kambing-kambing merumput
sejauh mata memandang
Sejauh Sawarna Ada
ada jalan menuju lautan seberang (^^)
Sunset @ sawarna
End. Selesai. Kenali Tanah Airmu. Cintai Indonesia
Iklan

4 pemikiran pada “Sahaja Sawarna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s